Aksi bercinta jadi langka di usia 45

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Jumat, 22 April 2011
Aksi bercinta jadi langka di usia 45
JIKA masih menyandang status pasangan muda, biasanya hasrat bercinta masih meletup-letup. Para pasangan pun masih memiliki keinginan untuk ngeseks di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari dapur, taman, bahkan di suatu ruangan. Namun, memasuki usia 45 tahun, bercinta merupakan fenomena langka. Apa pasal?

Menurut survei dari 1.752 orang dewasa, berhubungan seks diibaratkan ajang bercinta di kamar tidur dengan lampu dimatikan. Survei yang dihelat oleh perusahaan Kwai Garlic ini mengungkapkan, hubungan antara usia dengan aktivitas seks di usianya.

Tiga perempat dari partisipan yang berusia lebih dari 45 tahun mengatakan, mulai kehilangan daya tarik seks. Menurut survei, rata-rata orang berusia 45 tahun bercinta hanya sekali dalam sepekan. Momen ini juga dikatakan beruntung, bila hubungan seks tersebut bertahan selama 22 menit, bahkan lebih.

Para peneliti juga menemukan, sebanyak 85 persen pasangan yang lebih tua melakukan seks sebatas di kamar tidur saja. Sementara 64 persen lainnya hanya saling merangsang (berpelukan, berpegang-pegangan) jika lampu dalam kondisi padam. Demikian seperti dilansir okezone dari Dailymail, Rabu (23/6/2010).

Energi merupakan masalah lainnya untuk pencinta di usia 45 ke atas. Satu dari tiga responden dalam survei itu harus menghentikan hubungan seksnya dengan pasangannya. Ini dikarenakan mereka terlalu lelah untuk melanjutkan.

Bahkan, enam dari sepuluh orang berusia 45 ke atas mengaku merasa sangat tidak seksi. Seperempatnya mengakui, tubuh mereka “longgar” dan keriput. Sedangkan 70 persen lainnya merasa tubuhnya dipenuhi lemak, dan 24 persen sisanya menyadari jika kesehatan mereka menurun.

Tak hanya itu saja. Yang menakutkan ialah, enam dari sepuluh orang mengatakan mereka selalu siap untuk tidur, tepat setelah berhubungan seks. Dan, 26 persen lainnya menganggap diri mereka benar-benar hancur.

Juru bicara dari perusahan tersebut, Laing mengatakan, usia 45 tahun yang terbaik dilakukan adalah mulai mencari cara untuk memperbaiki kesehatan. Jika diperbaiki, ia percaya, kehidupan cinta yang lebih baik bisa menjadi salah satu penghargaan.

“Survei ini jelas menunjukkan bahwa merawat kesehatan Anda adalah penting saat usia bertambah dan seks tidak boleh dikeluarkan dari hidup Anda. Karena kekhawatiran tentang meletakkan beban pada hati Anda,” katanya.

“Seks harus diadopsi sebagai alat untuk melestarikan kehidupan, yang mana merupakan hal menarik dan terlibat di dalam hati Anda. Di mana dapat membantu mereka yang tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan semua,” tandasnya.(nsa)

Sumber : http://www.okezone.com
0 komentar:

Poskan Komentar

«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - artikel dechacare.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s