Menguak cara bangkitkan gairah seks

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Sabtu, 07 Mei 2011
Menguak cara bangkitkan gairah seks
ADA banyak hal yang memengaruhi gairah seks seseorang. Gangguan psikologis dan fisik menjadi faktor utama yang menurunkan gairah seks. Padahal, melecutkan libido seseorang di ranjang akan membawa ajang bercinta terasa luar biasa hingga mampu membawanya meraih kenikmatan hingga puncak.

Bermasalah dengan pekerjaan, ataupun rumah tangga, dapat memengaruhi kehidupan seksual suami istri. Dengan begitu, stres pun tak dapat dihindari.

“Stres itu ada yang baik, ada yang buruk. Stres yang baik adalah yang bisa kita kelola dengan baik. Misalkan promosi jabatan pada usia-usia produktif. Suami istri bekerja, atau salah satu bekerja. This is a good thing for my life. Tapi, kalau orang engak siap menghadapi perubahan dalam hidupnya orang juga bisa stres,” ujar psikolog dan pemerhati masalah hubungan pasangan Zoya Amirin, M. Psi.

Saat stres menghadang seseorang, maka akan berimbas pada kehidupan seksualnya. Menurunnya gairah seks karena stres, atau bosan dengan gaya bercinta yang itu-itu saja, dapat membuat hubungan terasa hambar. Bahkan, tak menutup kemungkinan akan membuat retak hubungan tersebut.

“Saat aktivitas seks mulai monoton, Anda ingin mencoba gaya baru, tapi dituduh sama pasangan telah selingkuh. Saat ingin mencoba variasi, ada rasa ketidaknyamanan, atau bisa kurang mendapatkan feedback yang sesuai,” ujarnya.

“Dalam berhubungan intim, suami adalah customer istri. Istri adalah customer suami. Tapi suka diliupakan,” sambung wanita cantik ini.

Komunikasi memegang peranan penting untuk kelangsungan mahligai rumah tangga. Terutama untuk kehidupan seks Anda serta pasangan. Â

Lantas, komunikasi seperti apa yang paling pas untuk diterapkan?

“Paling simpel sih ketika menerima feedback. Bisa dimulai dari eye language. ‘Saya suka ketika kamu menyentuh saya di bagian ini, saya suka ketika kamu menjilati saya seperti itu, saya suka ketika kamu menyentuh saya seperti ini.’ Ungkapan-ungkapan seperti itu dapat dilontarkan saat berhubungan intim dengan pasangan,” tandasnya. (nsa)

Sumber : http://www.okezone.com
0 komentar:

Poskan Komentar

«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s