Tantangan mencoba gaya seks baru

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Sabtu, 07 Mei 2011
Tantangan mencoba gaya seks baru
Perasaan tabu hingga takut menyakiti perasaan dan ego pasangan kerap menghantui hingga keinginan mengungkapkan fantasi seks batal dilakukan.

ANDA ingin sekali mencoba bermain peran selama ajang bercinta. Sayang, suami sangat menggilai gaya misionaris. Anda benar-benar tertarik mencoba beberapa posisi baru, tapi malu memulai obrolan.

Tak selamanya topik pembicaraan seks mudah diangkat. Perasaan tabu hingga takut menyakiti perasaan dan ego pasangan kerap menghantui hingga keinginan mengungkapkan fantasi seks batal dilakukan.

Yvonne Fulbright PhD MSEd, penulis Sultry Sex Talk to Seduce Any Lover membeberkan beberapa tip bagaimana menjadikan topik mesum nyaman dibicarakan bersama pasangan.

Buku seks

Sebagai langkah awal, seperti dilansir Good Housekeeping, Anda bisa memanfaatkan buku seks untuk dibawa ke ranjang. Jadikan bersenang-senang sebagai alasannya, selain untuk mencari tahu keinginan seks masing-masing.

“Anda bisa memulai pembicaraan dengan membawa sebuah buku seks untuk kesenangan bersama. Lihat gambar dan baca isi di dalamnya, adakah yang dapat dieksplorasi untuk menjawab keingintahuan dan keinginan seksual Anda berdua. Setelah saling tahu, Anda bisa mengangkat masalah ketidakpuasan yang terjadi di ranjang, papar Yvonne.

Selain buku, Anda bisa memanfaatkan media lain berisi kiat seks pasangan lainnya.

Melihat dan membaca tentang apa yang orang lain lakukan juga membantu kehidupan seks Anda berdua, sebagai ide untuk mewujudkan kepuasan seks dengan berbagai cara,” tambahnya.

Rasa percaya

Sebagai mitra di ranjang, rasa saling percaya perlu dipupuk.

“Kepercayaan dalam suatu hubungan merupakan aspek utama dalam urusan ranjang. Rasa percaya sangat berkaitan dengan kenikmatan maksimal dan kemampuan tubuh untuk mencapai klimaks,” tuturnya.

“Melakukan sesuatu yang sedikit keluar dari norma bisa sedikit menguatkan, mendebarkan, dan membangun keintiman, sebagai ikatan dalam hubungan, lanjutnya.

Gaya baru, kesenangan baru

Lantas, bagaimana dengan mereka yang segan keluar dari zona kenyamanan untuk membuat pasangannya bahagia? Apakah sikap ini bisa membangun keintiman atau justru mendatangkan bencana dalam kehidupan seks?

“Semua interaksi seksual harus bebas dari paksaan dan konsensus,” tegasnya.

Tapi, saat pasangan mau melakukannya, bisa dikatakan ia ingin memuaskan keinginan seks pasangannya. Menurutnya, sikap menerima (pasif di ranjang) dapat membangkitkan kesenangan berdua. Dan, banyak pasangan melakukannya tidak hanya karena kepuasan seks pasangan, tetapi dengan harapan mereka bisa mendapatkan balasannya suatu hari,” lanjut Yvonne.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda melakukan sesuatu yang tidak nyaman untuk menyenangkan pasangan? Bagaimana gaya seks baru membuka kesempatan Anda untuk menikmati seks lebih menarik dan menyenangkan?

Kepuasan ranjang adalah hak suami dan istri. Anda tak boleh merasa tertekan oleh tindakan pasangan yang selalu mendominasi tanpa mau tahu keinginan seks Anda. Sekali lagi, seks bukan monopoli satu pihak.(ftr)

Sumber : http://www.okezone.com
0 komentar:

Poskan Komentar

«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s