Disfungsi dasar panggul, turunkan kualitas hidup wanita

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Minggu, 15 Mei 2011
Disfungsi dasar panggul, turunkan kualitas hidup wanita
MASALAH kesehatan panggul wanita jarang disinggung. Padahal jika masalah ini tidak ditangani dengan dengan baik akan menurunkan kualitas hidup seorang wanita.

Kebahagiaan sebuah keluarga belum lengkap rasanya tanpa kehadiran si buah hati. Masa kehamilan melelahkan dan sakitnya melahirkan seolah hilang begitu mendengar tangisan pertama si kecil. Tapi di balik kebahagiaan tersebut, hendaknya para wanita waspada menghadapi kemungkinan munculnya disfungsi dasar panggul.

“Disfungsi dasar panggul merupakan suatu epidemi yang tersembunyi yang besar permasalahannya dan masih belum banyak diketahui,” tutur dokter dari Divisi Urokeginelogi Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM, Dr Budi Iman Santoso SpOG (K).

“Data statistik menunjukkan bahwa satu dari sepuluh wanita mengalami disfungsi dasar panggul yang begitu berat hingga membutuhkan terapi pembedahan,” ujarnya pada SI.

Sementara itu dikatakan oleh ahli obsentri dan Ginekologi dari FKUI/RSCM, Prof Dr Junizaf, SpOG (K) menjelaskan, keluhan disfungsi dasar panggul wanita ini biasanya akan meliputi prolaps organ panggul atau yang lebih dikenal dengan turun peranakan, inkontinesia urin (mengompol), inkontinensia alvi (rupture perineal), disfungsi seksual, dan kelainan bawaan alat genitalia.

“Sekitar 50 persen perempuan memiliki keluhan disfungsi dasar panggul setelah melahirkan dan akan berakibat memengaruhi kualitas hidup seorang wanita,” ujarnya dalam acara seminar Meningkatkan Kualitas Hidup Wanita Indonesia, di Laboratorium Prodia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Disfungsi dasar panggul ini bisa disebabkan karena beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain terlalu banyak atau sering melahirkan bayi atau melahirkan bayi berukuran terlampau besar, faktor usia, menopause yang berkaitan dengan hormonal, obesitas, merokok, keadaan yang menyebabkan tekanan intraabdominal meningkat terus menerus, faktor genetik atau bertambahnya usia dan kelainan sifat jaringan (collagen).

“Disfungsi dasar panggul itu tidak menyebabkan kematian, tetapi cacat yang terus menerus dan jika tidak dicegah atau diobati, akan menurunkan kualitas wanita,” tutur dosen Divisi Uroginekologi, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM.

Beberapa cara pun bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya disfungsi dasar panggul ini. Di antaranya disarankan oleh Junizaf yaitu bagi para perempuan agar melakukan senam kegel setelah melahirkan.

“Cegah terjadinya disfungsi dasar panggul sesegera mungkin, cukup melakukan senam kegel sebanyak 10 kali dan dilakukan setiap hari. Selain mudah, senam ini juga terhitung murah dan bisa dilakukan di mana saja,” tandasnya.

Selain senam kegel, melakukan gaya hidup sehat dan menghindari terjadinya obesitas dan melatih otot kandung kemih juga bisa dilakukan oleh para wanita untuk melakukan pencegahan terhadap sebab-sebab lainnya.

Masih dijelaskan Junizaf, senam kegel itu sendiri adalah suatu gerakan senam yang berguna untuk memperkuat otot-otot dasar panggul terutama otot pubococcugeal, sehingga bisa memperkuat otot-otot saluran kandung kemih yang bisa mencegah ngompol serta menguatkan otot-otot vagina.

“Untuk menangani keluhan disfungsi dasar panggul prolaps (peranakan turun) bisa menggunakan cincin vagina yang dapat bertahan selama 4 tahun, cincin ini biasanya memiliki diameter 60 cm sampai 80 cm atau bisa juga dengan melakukan operasi,” ujar dokter berusia 70 tahun ini.

Sedangkan apabila gangguan sudah sampai pada taraf gangguan yang berat, Junizaf melanjutkan, penyakit ini bisa diatasi dengan merangsang kerja otot-otot terkait menggunakan alat atau dengan tindakan operatif.

“Tindakan operatif dilakukan kalau gangguan itu sudah sama sekali tidak bisa ditahan. Selain untuk memperbaiki organ, tindakan operatif dilakukan untuk mengangkat rahim bagi mereka yang sudah tidak ingin punya anak,” katanya menjelaskan

Oleh karena itu, disarankan Junizaf, jika seorang wanita merasa seringkali atau tidak bisa menahan buang air kecil dan memiliki lubang vagina yang longgar sehingga tidak memberikan kepuasan pada pasangan, maka sebaiknya jangan abaikan gejala tersebut dan segera tangani. (Koran SI/Koran SI/nsa)

Sumber : http://www.okezone.com
«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s