Gangguan Ereksi

Gangguan ereksi adalah tidak sanggup tegak dan mengerasnya penis saat diperlukan. Sekali dalam hidup mengalami gangguan ini adalah wajar bagi pria. Karena itu, jangan buru-buru merasa mengalami gangguan ereksi sebelum Anda menjawab pertanyaan ini:

Apakah Anda mengalami ereksi saat terbangun dari tidur, entah di pagi atau malam hari? Bila jawabnya adalah tidak sama sekali, seharusnya Anda tidak perlu menunda waktu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Bila jawabannya pernah atau sering ereksi di kala tidur tetapi loyo saat akan digunakan, persoalannya mungkin bersifat psikologis atau karena faktor lingkungan.

Berikut ini sejumlah hal yang bisa mengganggu terjadinya ereksi:

* Udara yang terlalu dingin atau panas
* Alkohol di dalam tubuh
* Obat dokter
* Beberapa hari atau jam sebelumnya sudah berulangkali orgasme
* Cemas/khawatir tak mampu
* Stres/kelelahan fisik
* Salah teknik/posisi
* Obat terlarang, semisal heroin, kokain, cannabis, alkohol, nikotin, methadone, ekstasi, dan sebagainya.

Jadi, misalnya hari ini Anda baru saja dua atau tiga kali mengalami orgasme, minum beberapa gelas alkohol sambil merokok di ruang yang terlalu panas atau dingin bisa dipastikan kemampuan ereksi Anda akan terganggu. Pangkas sebanyak mungkin faktor risiko tersebut.

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

3 Responses to Gangguan Ereksi

  1. Ereksi penis (penile erection, erection = "penegakan"[1]) adalah membesar dan/atau menegangnya penis. Ereksi merupakan kejadian yang menjadi prasyarat berhasilnya kopulasi atau hubungan seksual pada hewan yang memiliki penis atau hemipenis (mamalia dan reptilia). Pada unggas tertentu, terutama bangsa itik (Anseriformes), ereksi ditandai dengan keluarnya organ seperti tabung memanjang dari kloaka, meskipun secara teknis ia tidak disebut ereksi.Penis manusia yang ereksi acap kali menjadi simbol kesuburan atau simbol kultural lain dan penggambarannya disebut falus (phallus).Penis berisi dua struktur berbentuk tabung yang memanjang, disebut corpora cavernosa. Ereksi penis terjadi bila darah mengalir dan memenuhi corpora cavernosa karena berbagai bentuk rangsangan. Selain yang paling umum karena rangsangan seksual, ereksi pada manusia laki-laki juga dapat terjadi karena tekanan kandung kemih yang penuh. Ereksi juga terjadi secara otonom (tanpa kesadaran), misalnya pada saat tidur di dalam fase REM.Secara normal ereksi berakhir jika rangsangan seksual diakhiri atau terjadi ejakulasi sperma. Priapisme adalah kejadian ereksi tanpa dikehendaki yang berlangsung dalam rentang waktu abnormal dan secara medik tergolong sebagai kejadian darurat. Ereksi priapistik juga dapat terjadi pada orang yang mati secara mendadak (misalnya karena tergantung).Ketidakmampuan penis untuk ereksi secara penuh disebut dengan impotensi. Penyebabnya dapat bersifat fisik maupun kejiwaan (psikis). Impotensi menjadi permasalahan banyak orang dan penyembuhannya dilakukan secara medik maupun alternatif.[rujukan?][sunting] Catatan kaki 1. ^ Terdapat istilah bahasa Melayu sehari-hari untuk hal ini, namun oleh kebanyakan orang dianggap vulgar. Eufemisme biasanya menggunakan asosiasi, seperti "berdiri", "tegang", "siap tempur", dan sebagainya. Istilah "konak" tidak selalu berarti ereksi.

  2. PERILAKU SEKS REMAJA DI KALSEL MENCEMASKAN2007-03-07 09:18:00^^^ Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Ariffin mengaku cemas dengan perilaku seks di kalangan remaja, khususnya di kota Banjarmasin maupun di beberapa daerah lainnya.Kecemasan gubernur tersebut, disampaikan dalam sambutannya diacara rapat kerja daerah program KB Nasional Kalsel di Aula Abdi Persada, Selasa (6/3).Perilaku seks di kalangan remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga berdampak pada persoalan aborsi yang semakin tahun diduga semakin tinggi.Bukan hanya pada persoalan aborsi, seks remaja saat ini juga dikhawatirkan juga berakibat semakin cepatnya laju penularan pada virus HIV/AIDS yang selama ini masih menjadi momok bagi maysarakat.Dampak lain dari perilaku seks bebas remaja tersebut, tambahnya, juga semakin maraknya perdaran maupun penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya di kalangan generasi muda."Saya berharap kondisi tersebut bisa dicegah perkembangannya oleh instansi-instansi terkait melalui program-program yang langsung mengenai sasaran," katanya.Misalnya saja, kata Rudy Arifin, salah satu program pokok BKKBN, tentang program kesehatan reproduksi remaja, yang bila dilaksanakan secara maksimal akan memberikan pengaruhi signifikan mengatasi berbagai persoalan tersebut.Diharapkan para remaja asal Kalsel pada akhirnya nanti akan menjadi generasi-generasi berkwalitas, sehat fisik, mental maupun spritual.Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalsel, Muhaimin, mengungkapkan, kendati hingga kini belum ada data kwalitatif tentang masalah seks bebas remaja Kalsel, namun secara kasat mata sangat terlihat fenomena tersebut.Hal itu terjadi seiring dengan perubahan perilaku remaja saat ini dibanding pada zaman-zaman sebelumnya."Kalau dulu laki-laki dan perempuan bergandengan tangan saja malu, tapi sekarang bila tidak berangkulan dianggap tidak "gaul" dan lainnya," katanya.Hal yang penting dilakukan tambahnya, adalah memberikan pengetahun kepada para remaja tentang kesehatan reproduksi atau bahayanya penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks.Selain itu, memasukkan pelajaran kesehatan reproduksi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, sesuai dengan tingkatan pendidikan yang ditempuh siswa, misalnya saja, untuk SMP dan SMA tingkatan pelajarannya berbeda.Pendidikan kesehatan reproduksi ini, tambahnya, bukan untuk mengajari siswa untuk bermain seks atau lainnya, tetapi untuk memberikan pelajaran lebih dini tentang bahaya melakukan seks bebas."Intinya, jangan menabukan pendidikan seks pada anak, karena biasanya hal-hal yang ditutupi membuat para remaja penasaran dan cenderung ingin mencoba," katanya.Kalau sudah demikian, tidak ada yang bisa disalahkan, karena tidak menutup kemungkinan si anak menirukan bapak dan ibunya, demikian Muhaimin. (kmo/heru)

  3. MAHASISWA BELUM BANYAK TAHU DAMPAK SEKS PRA NIKAH2009-05-27 12:00:00SEMARANG—bkkbn online: Banyak mahasiswa melakukan seks di luar nikah karena belum tahu dampak perilaku seks di luar nikah dan seks tidak aman. Penyebabnya, mahasiswa belum menjadi sasaran program kesehatan reproduksi remaja, baik oleh pemerintah, maupun kalangan perguruan tinggi.Kalangan remaja sudah masuk dalam sosialisasi kesehatan reproduksi dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), tetapi belum menjangkau lingkungan perguruan tinggi. "Padahal, potensi terjadinya perilaku seksual di kalangan mahasiswa lebih besar," ungkap Ketua Jaringan Epidemologi Nasional (JEN) Siti Pariani dalam Temu Nasional Kesehatan Seksual Mahasiswa di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Selasa (26/5).Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 38 universitas dari 14 kota di Indonesia itu Pariani mengatakan, pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi penting untuk membuat generasi muda yang melakukan seks pra nikah bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Jika melakukan hubungan seks pra nikah adalah pilihan, maka mereka juga harus mengetahui konsekuensinya.Perilaku seksual remaja yang bermasalah dan harus disoroti adalah seks di luar nikah, seks tidak aman, dan seks berganti-ganti pasangan. Perilaku tersebut dapat berakibat fatal bagi remaja karena berisiko tinggi terhadap timbulnya kehamilan di luar nikah, tertular penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, aborsi yang tidak aman, hingga kematian.Konsekuensi-konsekuensi itu yang selama ini tidak diketahui oleh mahasiswa yang melakukan kegiatan seksual. Nugroho Widyatmono, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam Tim Peneliti Perilaku Seksual Mahasiswa Undip, menyebutkan, kebanyakan mahasiswa yang melakukan hubungan seksual beralasan karena tidak dapat menahan hasrat mereka."Banyak juga yang tidak mengetahui dampak dari intercourse yang dilakukan dengan pasangannya. Kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual tidak banyak disadari," ujar Nugroho. (sz-kc)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s