Impotensi

Jika Anda termasuk pria yang doyan ngemil, suka makanan junkfood dan betah duduk berjam-jam menonton TV, maka bersiaplah mengalami disfungsi ereksi (DE). Ini bukan menakut-nakuti, tapi hasil sebuah riset yang dilaporkan dalam American Journal of Medicine belum lama ini.

Disebutkan bahwa 18 persen pria di Amerika Serikat berusia 20 tahun atau lebih, mengalami DE. Kondisi tersebut diduga disebabkan karena kebiasaan hidup yang buruk seperi kurang berolahraga, makan sembarangan dan terlalu banyak menonton TV.Seperti sudah diketahui selama ini, DE banyak terjadi pada pria berusia lanjut, namun prevelansinya lebih banyak pada pria dengan diabetes dan tekanan darah tinggi.Dalam riset tersebut diketahui sekitar 18,4 persen (atau 18 juta) pria AS berusia 20 tahun atau lebih mengalami kondisi ini. Sementara itu ada 5,1 persen pria usia 20-39 tahun, 14,8 persen pada pria usia 40-59 tahun, 43,8 persen di usia 60-69, dan 70,2 persen pada usia 70 tahun atau lebih, yang mengalami impoten.Setengah dari pria yang menjadi responden penelitian ini memiliki penyakit diabetes dan DE. Sekitar 90 persen pria dengan DE beresiko terkena penyakit jantung, terutama pria dengan diabetes, tekanan darah tinggi, para pecandu rokok, serta pria dengan kadar kolesterol tinggi.

Pria yang menonton TV tiga jam atau lebih setiap hari lebih beresiko impoten dibandingkan dengan mereka yang hanya menonton TV selama sejam setiap harinya. Selain itu, impotensi lebih sering terjadi pada pria yang sama sekali tak berolahraga dalam sebulan. “Hasil riset ini mengisyaratkan pentingnya hidup aktif; banyak bergerak, makan sehat, untuk kesehatan jantung. Yang baik untuk jantung, baik pula untuk kesehatan seksual,” kata ketua tim riset, Elizabeth Selvin, dari Universitas John Hopkins, Baltimore, AS.

“Pesannya sederhana saja, dengan mengubah gaya hidup, kita bisa mencegah penurunan fungsi seks,” katanya. Kondisi yang termasuk dalam disfungsi ereksi adalah mereka yang “tidak pernah bisa”, atau “terkadang mampu”, untuk menjaga ereksinya. Sedangkan mereka yang “selalu atau hampir selalu bisa” dan “biasanya bisa,” tidak termasuk dalam DE.

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s