Indahnya pelukan sensual

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Senin, 16 Mei 2011
Indahnya pelukan sensual
PELUKAN merupakan sarana transfer energi untuk membangkitkan emosi positif dan kebahagiaan di antara dua orang. Sejatinya, pelukan memang dibutuhkan oleh setiap manusia.

Rasanya sedikit bahasan mengenai pentingnya pelukan dalam berbagai hubungan. Kontak fisik dan rangsangan dalam bentuk pelukan memberi manfaat besar bagi manusia.

Memeluk seseorang dengan melilitkan lengan di sekitar leher atau pinggangnya, atau saling menempelkan pipi, merupakan bentuk kasih sayang yang bisa Anda tunjukkan pada orang terkasih.

Berikut sedikit tip bagaimana membuat bahasa tubuh ini sedikit lebih intim saat dilakukan bersama pasangan, seperti dilansir Askmen.

Pelukan punya banyak macam, dan masing-masing memberi makna berbeda. Sebagai contoh, pelukan persaudaraan, pelukan pertemanan, pelukan cinta, pelukan seks, dan banyak lagi.

Mempraktekkan the art of hug atau seni merangkul merupakan bagian penting dari cerita seks. Pelukan seks memungkinkan kita merasakan tubuh orang lain, dan menyatu dengannya.

Nyatanya, aktivitas harian sering kali membuat kita kehilangan nilai tentang pentingnya pelukan. Pelukan membawa kita bisa merasakan bahwa kita adalah pelengkap dan bagian dari sepasang (pria dan wanita). Tidak hanya dalam urusan hubungan seks, tapi juga hubungan persahabatan.

Ada banyak tipe berbeda dari pelukan seksi, di antaranya:

– Little hug, yakni saat pasangan berpelukan secara alami. Pelukan ini sering kali dimanfaatkan untuk menyapa, berkenalan, ataupun permulaan sebelum mencium.
– Forceful hug, yakni saat seseorang mendorong dengan kuat orang lainnya saat mereka saling rangkul.
– Hug with penetration, yakni saat seorang pria duduk atau berdiri sementara pasangan berada di depannya. Pihak wanita duduk di atas paha pria. Kemudian, sang pria meraba dan merangsang payudara wanita sementara pihak wanita meraba dadanya, menuntunnya untuk penetrasi.
– Reptilian hug, yakni saat seorang wanita merangkul seorang pria di ranjang seperti reptil yang ingin memanjat pohon, dengan hasrat untuk mencium bagian tubuh sensitifnya.
– Total hug, yakni saat dua orang saling mencinta berada di ranjang dan saling memeluk dengan erat. Bahkan, lengan dan kaki dilekatkan satu sama lain.
– The bear hug, yakni pria duduk di pinggir ranjang sementara sang wanita merendahkan tubuhnya di dekat Mr P pasangan. Kemudian pria merangkul pinggang wanita dengan kedua kakinya dan mendorong tubuh wanita itu ke tubuhnya. Ini merupakan salah satu aksi paling erotis dari berbagai jenis pelukan yang ada karena bisa digunakan untuk memperlama sesi foreplay.(tty)

Sumber : http://www.okezone.com
«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

2 Responses to Indahnya pelukan sensual

  1. Khitan Jepit tanpa JahitOktober 9, 2007 oleh seksfile Baru-baru ini di Jakarta dilaksanakan khitan masal. Yang berbeda, khitan itu tidak dilakukan dengan metode standar, namun menggunakan klem untuk khitan. Apa bedanya? Prof Dr dr Doddy M. Soebadi SpB SpU-K, spesialis urologi RSU dr Soetomo Surabaya, menjelaskan, klem khitan adalah alat khitan tanpa menggunakan jahitan. Proses khitan relatif cepat, sekitar 10-15 menit. Setelah khitan, anak dapat langsung pulang dan menggunakan celana seperti biasa. Jenis dan bentuk alat klem bermacam-macam. Ada yang terbuat dari plastik berupa tabung memanjang yang dilengkapi penjepit. Ada juga yang terbuat dari besi dengan lubang dan ulir sebagai penjepit. Meski berbeda, cara kerja kedua alat itu nyaris serupa. Yakni, menjepit kulup hingga jaringannya mati (nekrosis). Pada klem besi, misalnya, dokter akan menarik kulup ke atas. Kulup yang terangkat itu dimasikkan ke lubang, lalu kulup dijepit dengan ulir. Penjepitan didiamkan selama kurang lebih 15 menit. “Setelah jaringan mati, kulup dipotong dengan pisau bedah,”ujar Doddy. Pada klem plastik, dokter akan memasang tabung pada ‘burung’ si bocah. Selanjutnya, sama seperti klem besi, dokter akan menarik kulup ke atas hingga menutupi tabung dan menjepitnya. Yang membedakan, jepitan tersebut tidak bisa dilepas hari itu juga. Anak harus menunggu lima hari kemudian hingga jaringan kulupnya mati, baru kemudian dipotong. Dengan metode tersebut, jahitan memang tidak dibutuhkan. Sebab, ketika jepitan dilepas, kulup sudah legket satu sama lain. “Tapi, hasilnya tidak akan serapi bila di jahit,”lanjutnya. Cara itu sama sakitnya dengan metode sunat biasa. Lebih sakit malah. Apalagi bila mengguakan klem plastik, si anak harus rela ‘dijepit’ kulupnya higga berhari-hari. Pengguaan klem plastik ini bisa berisiko komplikasi bila kebersihan anak kurag terjaga,”jelas ketua umum Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) itu. Terlebih, ketika kencing dan tidak dibersihkan dengan baik, air kencing si kecil bisa menempel pada klem. Dengan demikian, alat tersebut bisa lembab dan mengundang kuman serta bakteri untuk bersarang. “Akibatnya, infeksi. Bila ini terjadi, klem harus dilepas dan dilakukan sunat biasa,”ungkapnya. Tak hanya itu, penggunaan klem plastik juga bisa dikatakan tidak efektif. Sebab anak harus berkunjung ke dokter dua kali. Pertama, untuk memasang klem, kedua, melepasnya. “Ini yang terkadang membuat orang malas. Apalagi, tingkat ketaatan masyarakat kita masih rendah. Akan celaka sekali bila mereka melepas sendiri,”ujar dokter berkaca itu. Di Surabaya, metode klem tersebut memang kurang begitu populer. Selain belum begitu gencar diinformasikan, ibarat margarin, mengutip kata-kata Doddy, itu hanya margarin kualitas dua. “Sebab, hasilnya tidak bagus. Lantaran dijepit, hasilnya akan berupa scar yang jelek. Secara estetis kurang memuaskan,”katanya. Sekali lagi, apapun pilihannya, hal itu bergatung pada selera setiap individu. “Saya tidak akan mengatakan cara ini jelek atau bagus. Kalau memang ada yang lebih sreg dengan cara ini, silakan mencoba,”tegasnya. (ign)Ditulis dalam Khitan | Tinggalkan sebuah Komentar

  2. Kualitas Sperma BurukOktober 9, 2007 oleh seksfileSaya pria 29 tahun. Saya sudah dua tahun menikah dan kini dalam pengobatan untuk memperbaiki kualitas sperma.. Analisis sperma beberapa kali saya lakukan. Tetapi hasilnya selalu jelek. Jumlah sel sperma kurang dari dua juta spermatozoa per ml. Sampai saat ini, saya selalu mendapat obat vitamin. Istri saya 27 tahun dan menurut dokter ahli kandungan tidak ada masalah. Mohon saran lebih lanjut. Terima kasih.Herman, Tulungagung Sperma baik, yang memungkinkan terjadi pembuahan secara alami melalui hubungan suami istri adalah yang konsentrasinya lebih dari 20 juta benih sperma (spermatozoa) per ml cairan sperma. Bila kualitas sperma kurang baik, perlu dilakukan pengobatan secara rasional. Artinya itu dilakukan untuk menghindari faktor yang mengganggu dan memacu faktor yang dapat meningkatkan produksi sperma. Beberapa faktor mengganggu yang harus dihindari atau diobati, antara lain infeksi daerah organ vital (dermatitis skrotalis, infeksi penyakit menular seksual), varikokel, dan gangguan fungsi faal tubuh (gangguan fungsi hati dan gangguan ginjal). Fungsi hati yang tidak prima atau fungsi ginjal yang bermasalah perlu dirawat. Sebab, ginjal berfungsi membuang zat racun, sedangkan hati memproduksi zat penawar racun serta protein khusus yang penting untuk fungsi hormon androgen. Kebiasaan merokok perlu dihentikan. Sebab, bahan toksik dalam rokok relatif mengganggu sperma. Jika kualitasnya baik, sperma umumnya lebih bandel atau kebal terhadap gangguan. Sebaliknya, sperma dengan kualitas kurang baik atau jelek akan sensitif dan mudah terganggu. Beberapa bahan yang bisa mengganggu sperma, antara lain konsumsi alkohol berlebih, estrogen atau phytoestrogen, recreational drug lain (misalnya ecstasy), dan pengaruh radiasi. Pria yang sedang dalam perawatan infertilitas untuk perbaikan sperma sebaiknya menghindari beberapa hal tersebut. Perilaku memprihatinkan ada disekitar kita. Yakni, penggunaan bahan plastik sebagai wadah makanan panas. Itu sangat tidak menguntungkan dari aspek kesehatan reproduksi. Sebab, bahan yang berbahan plastik yang dituangi makanan atau kuah panas (bakso,soto) akan menghasilkan bahan yang sangat toksik bagi sperma. Methoxy ethanol (2-ME) yang merupakan polimer plastic akan terurai dan larut dalam cairan panas dalam wadah tersebut. Hasil penelitian pada hewan percobaan yang diberi 2-ME dengan dosis tertentu menunjukkan bahwa sel sperma bisa habis (azoospermia) dalam tiga minggu. Di samping merusak produksi spermatozoa, 2-ME bersifat toksik untuk hampir semua organ tubuh, termasuk hati dan sumsum tulang. Karena itu perlu renungkan bersama, bagaimana dengan anak-anak yang organ tubuhnya sedang dalam proses pematangan, lalu mereka banyak terkena polutan seperti tersebut di atas?. (*) Dr dr Hudi Winarso Sp And MKes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s