Jalan cepat bikin stamina seks meningkat

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Senin, 16 Mei 2011
Jalan cepat bikin stamina seks meningkat
Kalau stamina seks Anda meningkat, percintaan Anda juga menjadi lebih baik dan lebih tahan lama.

HAMPIR setiap hari, kita selalu memanfaatkan kaki untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Bukti mencengangkan mengatakan, olahraga jalan cepat mampu meningkatkan performa bercinta.

Gagasan bahwa olahraga menjadikan kehidupan seks Anda lebih baik mungkin terdengar sangat sederhana, tapi efeknya mengejutkan. Bahkan, banyak pria tidak benar-benar menerapkan konsep ini.

Daripada beralih ke pil atau produk keajaiban lain dengan tujuan meningkatkan libido Anda, mengapa tidak berpaling ke olahraga? Bukan hanya lebih mudah, tapi juga lebih aman dari kemungkinan efek samping. Olahraga juga baik untuk seks wanita.

Salah satu fakta paling jelas bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kehidupan seks Anda. Olahraga membangun stamina dan daya tahan, tapi itu bukan satu-satunya manfaat. Memasukkan olahraga ke agenda aktivitas mingguan Anda juga meningkatkan fleksibilitas, bahkan teknik seksual Anda.

Olahraga tertentu secara khusus bermanfaat bagi kehidupan seksual. Lakukan 3-4 kali seminggu untuk menambahkan warna baru dalam kehidupan seks Anda dan pasangan.

Dilansir dari Carefair, salah satu olahraga dimaksud adalah jalan cepat. Sebab, jalan cepat telah terbukti superefektif terhadap disfungsi ereksi. Jenis latihan aerobik ini memungkinkan pembuluh darah Anda tetap lancar, yang berarti ereksi lebih lama dan lebih kuat.

Selain itu, berjalan cepat selama 30 menit per latihan mampu membakar sekira 200 kalori dan melepaskan endorphins, hormon yang memberikan efek rileksasi, yang juga dapat membantu kinerja seksual Anda. Jadi, mulailah berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah Anda beberapa kali dalam sepekan.

Bentuk olahraga lainnya yang dapat memberi keajaiban bagi kehidupan seks Anda. adalah angkat beban. Latihan angkat beban mendorong aliran testosteron pada pria sehingga dorongan seksual pun kuat.

Melakukan latihan pengembangan otot lainnya, seperti push up dan sit up juga menambah kekuatan tubuh bagian atas. Kalau stamina seks Anda meningkat, percintaan Anda juga menjadi lebih baik dan lebih tahan lama.
(ftr)

Sumber : http://www.okezone.com
«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

3 Responses to Jalan cepat bikin stamina seks meningkat

  1. Kanker Leher Rahim, Sekali Saja Berhubungan, Virus Serviks Segera MenularOktober 7, 2007 oleh seksfileJakarta, Kompas – Keberadaan Human Papilloma Virus penyebab kanker serviks atau leher rahim sangat umum. Penularan virus itu hanya membutuhkan satu kali hubungan seks. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim sangat penting. Hal itu dikemukakan oleh Joseph T Santoso, Associate Professor dan Direktur Divisi Ginekologi Onkologi Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Tennessee-The West Clinic, Amerika Serikat, dalam penyuluhan tentang pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker serviks, Kamis (27/9) petang di Jakarta. Menurut Joseph, masa inkubasi HPV relatif lama dan tidak menunjukkan gejala apa pun sehingga pengidap tidak menyadari. Jika pengidap HPV berhubungan seks dengan orang lain akan terjadi penularan secara berantai. Tidak semua orang tertular HPV akan menderita kanker leher rahim. Pada orang dengan daya tahan tinggi, HPV tidak berkembang (dormant). Pada orang yang berdaya tahan rendah, misalnya mengidap HIV yang menurunkan daya tahan tubuh atau mengalami pencangkokan organ sehingga harus minum obat penekan daya tahan tubuh untuk mencegah penolakan organ, HPV akan secara cepat menimbulkan keganasan. Masa inkubasi sampai timbul kanker bisa berlangsung 1-10 tahun tergantung dari daya tahan tubuh. Kanker leher rahim merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tiap tahun di seluruh dunia ada 490.000 perempuan terdiagnosis kanker leher rahim, 240.000 orang di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 80 persen terjadi di negara berkembang. Leher rahim adalah daerah yang menghubungkan rahim dengan vagina. Leher rahim yang sehat berwarna merah muda. Pada stadium dini, kanker leher rahim berupa lapisan berwarna putih. Pada stadium lanjut berbentuk bintil-bintil dan borok yang bisa meluas ke seluruh organ reproduksi serta organ di sekitarnya. Gejala kanker leher rahim yang utama adalah pendarahan tidak normal, misalnya pendarahan setelah hubungan seks, di luar haid, atau sesudah menopause. Selain itu, keluar cairan kekuningan yang berbau dari vagina serta nyeri pada pinggul atau kaki. Faktor risiko terkena kanker leher rahim antara lain hubungan seks pada usia dini, berganti-ganti pasangan, serta merokok. Rokok mematikan sel-sel pemberi daya tahan sehingga tubuh menjadi rentan. (atk) Ditulis dalam Seks & Reproduksi Wanita | Tinggalkan sebuah Komentar

  2. Diabetes Mellitus Berisiko PriapismusOktober 9, 2007 oleh seksfile Merasa tidak bisa membahagiakan pasangan, banyak pria yang memilih jalan pintas. Salah satunya mengonsumsi obat kuat atau bahkan menyuntikkan obat tertentu pada kelaminnya. Namun, jika obat tersebut memberikan reaksi berlebihan, bisa saja pemakainya justru mengalami disfungsi ereksi (DE) atau impotensi. Menurut dr Susanto Suryaatmadja SpAnd Mkes, spesialis andrologi RSU dr Soetomo Surabaya, ada beberapa hal yang menyebabkan pria tidak bisa ereksi. Diantaranya gangguan fisik, psikis, ataupun pengaruh obat-oabtan. Selain itu penderita diabetes melitus (DM) dan orang yang mengonsumsi obat penurun kolesterol bisa mengalaminya. Biasanya, jika obat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama,”ujar Susanto. Reaksi berlebihan yang ditimbulkan setelah mengonsumsi obat kuat, antara lain, berupa ereksi lebih dari enam jam. Bukannya nikmat, pria justru kesakitan hebat. Kondisi itu disebut priapismus. Normalnya, ereksi terjadi kurang dari waktu tersebut. “Tidak ada patokan. Masing-masing orang mempunyai waktu yang berbeda-beda untuk lamanya ereksi. Yang penting, terjadi kurang dari enam jam,’jelasnya. Jika ereksi terjadi lebih dari waktu itu, misalnya 24-72 jam, akibatnya lebih fatal. Yaitu, terjadi kerusakan Mr. P permanen. “Kalau sudah begini, kan menyesal. Jadi, sangat disarankan konsultasi ke dokter saat potensi seksual menurun,”tegasnya. Dia menjelaskan, priapismus lebih berisiko pada pria yang sebelumnya mengalami kelainan pembuluh darah. Misalnya, pada diabetesi (pengidap DM). “Karena itu, penderita DM harus berhati-hati,”pesannya. Biasanya priapismus timbul akibat reaksi alergi pada obat yang diberikan. Sebab, tak jarang pria meminta injeksi untuk mengatasi gangguan ereksi di klinik ilegal. Pada beberapa kasus, obat yang diberikan berupa papaverin dan campuran obat lain. Papaverin membuat pembuluh darah melebar sehingga aliran darah lebih lancar. Papaverin juga berfungsi menghilangkan sakit perut cukup parah. Misalnya, sakit mag atau diare. Bisa juga mengurangi spasme (kekakuan otot) pada kolik akibat gangguan saluran kencing. “Obat tersebut akan beraksi lima menit setelah disuntikkan,”katanya. Khusus ke penis, papaverin, kata Susanto, merusak pembuluh darah penis serta menyebabkan kekakuan pembuluh darah. “Sebab papaverin di Indonesia mengandung HCI,”katanya. Untuk melemaskan Mr. P kembali, ada beberapa langkah. Bisa disuntikkan obat tertentu. Apabila penanganan dengan suntik gagal, dilakukan punctie. “Artinya , darah yang menyumbat diambil,”ujar Susanto. Ereksi umumnya kembali normal setelah sepekan. Jika punctie gagal sehingga ereksi berkepanjangan lebih dari 72 jam, akan dilakukan pembedahan. “Pada langkah ini, masih ada kemungkinan Mr P kembali normal,”jelasnya. Tapi, kalau tetap gagal, berarti penis rusak total. Bahkan, mungkin harus diamputasi. (rth).Ditulis dalam Seks & Reproduksi Pria | Tinggalkan sebuah Komentar

  3. « Diabetes Mellitus Berisiko PriapismusKhitan Jepit tanpa Jahit »Antidepresan Picu Gangguan SeksualOktober 9, 2007 oleh seksfileTekanan ekonomi, beban pekerjaan, atau masalah dalam rumah tangga merupakan beban mental bagi setiap orang. Hal ini tentu tidak mudah dihadapi. Bagi mereka yang tidak dapat mengolah semua beban tersebut dengan baik, akan timbul gangguan kejiwaan. Salah satunya adalah depresi. Ada banyak cara mengatasi depresi. Salah satunya, obat-obatan anti depresan.Ironisnya, obat-obatan golongan ini dapat menimbulkan efek samping pada fungsi seksual,” ujar dr Johanes Soedjono SpAnd, dokter spesialis andrologi Rumkital dr Ramelan, Surabaya. Sayangnya, banyak penderita yang belum mengetahui obat antidepresan bisa menimbulkan masalah seksual. Kalaupun merasakan, mereka kerap malu mengungkapkan masalah tersebut kepada dokter, “tambahnya.Johannes melanjutkan, efek samping dari obat antidepresan itu sering tidak terungkap karena beberapa hal. Pertama, adanya anggapan penderita depresi tidak memikirkan masalah seksual. Kedua, penderita tidak berhenti meminum obat, meski merasakan efek samping pada fungsi seksual. Mereka hanya ingin gangguan depresinya membaik,”ungkap dokter ramah tersebut.Ketiga, dokter kerap mengira pasien akan berkonsultasi bila terjadi efek samping dari penggunaan anti depresan sehingga dokter merasa tidak perlu menanyakannya. “Tentu hal ini tidak benar,”tegasnya.Efek samping obat itu menjangkau seluruh fase respon seksual. Baik berupa penurunan gairah seksual, gangguan lubrikasi (perlendiran) pada wanita atau gangguan ereksi pada pria, gangguan orgasmus dan ejakulasi, maupun gangguan pada fase resolusi (pemulihan). Menurut Johannes, gangguan tersering adalah terjadinya hambatan atau tidak bisa mencapai orgasmus (20-60 persen), penurunan gairah seksual (10-57 persen), dan gangguan lubrikasi atau gangguan ereksi (5-35 persen).Gangguan itu, lanjut Johannes, tidak hanya pada satu respons seksual. Misalnya, hanya gangguan ereksi atau gangguan gairah. Hampir 50 persen di antara empat fase respons seksual terganggu.Penanganan gangguan seksual akibat antidepresan itu tidak mudah karena harus melalui beberapa tahap. Mulai konseling sampai penggantian resep antidepresan yang memiliki efek samping lebih kecil, yang biasa dipatok lebih mahal. “Bisa juga pemberian antidot hingga alat bantu seperti pompa vakum,”tegasnya. (ign)Ditulis dalam Seks & Reproduksi Pria |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s