Jangan sering douching saat hamil

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Senin, 16 Mei 2011
Jangan sering douching saat hamil
\
\
MESKI tengah berbadan dua, bukan berarti aktivitas ranjang berhenti sama sekali. Ketahui cara yang tepat agar Anda berdua tetap dapat bercinta dengan gaya favorit selama di ranjang.

Hanya saja, bila saat berhubungan intim vagina sering keluar lendir, banyak BuMil yang langsung saya bersihkan dengan douching (cuci) vagina. Setelah dibilas, area di sekitar vagina terasa lebih kesat dan bersih. Pertanyaannya kini, apakah douching aman digunakan bagi BuMil? Adakah efek samping yang mungkin timbul jika sering digunakan termasuk pada janin yang dikandung?

Menurut dr Batara Sirait SpOG dari RSIA Budhi Jaya, jika saat berhubungan intim maka wajar jika sering keluar lendir setelah berhubungan intim. Kemungkinan lendir yang keluar setelah berhubungan intim tersebut adalah sperma atau cairan mani suami. Memang area disekitar vagina setelah dibersihkan dengan douching sering muncul perasaan atau sensasi lebih bersih dan kesat.

Bisa Iritasi dan Infeksi Vagina

Douching alias cuci vagina merupakan pencucian vagina yang biasanya menggunakan kombinasi antara air dan cuka atau iodine dan dikemas dalam botol plastik sekali pakai lengkap dengan sistem penyemprotan sekalian. Jadi tinggal menyelipkan ujung semprotan kedalam vagina dan tekan lembut botolnya, maka cairan pembersih akan bekerja. Hampir semua apotek menjual produk ini.

Namun, jika douching vagina ini rutin dilakukan, justru bisa mengubah keseimbangan kimia (pH) dalam vagina. Ketidakseimbangan pH akan menyebabkan bakteri-bakteri baik atau bakteri yang hidup dalam vagina menjadi mati, sehingga vagina dapat terserang bakteri dari luar. Jika hal itu terjadi, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.

Akibatnya, bisa terjadi iritasi dan infeksi vagina seperti Bacterial Vaginosis yang bisa mengakibatkan penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease /PID) – infeksi pada bagian dalam organ reproduksi wanita, disebabkan bakteri yang menjalar dari vagina dan leher rahim hingga dapat mencapai rahim dan ovarium.

Bila tidak segera diobati, penyakit radang panggul dapat menyebabkan gangguan serius pada kehamilan termasuk di antaranya infeksi pada Janin, masalah persalinan dan terjadinya persalinan prematur.

Cara Aman Bersihkan Vagina

Oleh karena itu, douching vagina tidak lagi dianjurkan sebagai cara yang sehat untuk membersihkan vagina secara rutin. Karena keseimbangan pH di dalam vagina sangat sensitif. Ada baiknya membiarkan vagina membersihkan dirinya sendiri secara alamiah dengan sekresi atau lendir di vagina keluar dengan sendirinya.

Cara yang sehat dan aman untuk membersihkan vagina sebaiknya gunakan air hangat dengan sabun yang lembut dan tidak beraroma untuk membersihkan area luar dari vagina. Namun, bila terjadi sesuatu dengan bagian vagina, seperti rasa sakit, gatal, luka, bau yang tidak sedap, sakit ketika buang air kecil, ataupun keputihan yang tidak normal, segeralah berkonsultasi ke dokter terdekat. Biasakan konsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum membersihkan vagina.

Sumber : http://www.okezone.com
«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

One Response to Jangan sering douching saat hamil

  1. Testis Suami Tak Sama BesarOktober 9, 2007 oleh seksfileSaya baru sebulan menikah. Saat malam pertama, saya melihat ada yang aneh dengan suami. Ukuran testisnya tidak sama besar. Karena testis yang tidak sama besar itulah, buah zakar suami juga tidak sama. Yang kanan lebih besar dari yang kiri. Yang ingin saya tanyakan:Apakah testis dengan ukuran berbeda itu akan memengaruhi reproduksi?Apakah saya masih bisa hamil dengan keadaan suami yang demikian?Apa akibatnya jika seorang laki-laki hanya mempunyai satu testis? Solusinya?Atas perhatiannya, saya sampaikan terima kasih.Anti, Situbondo Mencermati dan memahami anatomi organ reproduksi merupakan hal yang baik dilakukan pasangan suami istri.Lebih baik lagi jika disertai pengetahuan yang benar. Dasar pengetahuan salah akan memunculkan masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi.Ukuran testis yang tidak sama besar antara testis kanan dan kiri bukan merupakan hal aneh. Namun, jika ukuran testis kanan dan kiri berbeda sangat nyata, patut dicurigai adanya tumor. Hal tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.Tentang letak ketinggian testis dalam kantong zakar yang tidak sama tinggi, keadaan tersebut umum terjadi. Yang baik secara reproduksi, testis terletak di kantong zakar agak ke bawah, tidak tinggi.Testis normal jika ukuran volume tidak terlalu kecil (lebih dari 9ml), jumlahnya 2 biji, terletak di dalam kantong zakar. Kekenyalan testis dalam kondisi baik adalah tidak terlalu keras dan tidak lunak. Yaitu sekeras kekenyalan buah anggur segar. Testis yang memiliki kekenyalan baik mempresentasikan adanya saluran pabrik sperma (tubulus seminiferus) dalam jumlah yang cukup.Untuk mengetahui testis memiliki kapasitas reproduksi yang baik, harus dilakukan uji laboratorium, analisis sperma.Persiapan untuk analisis sperma adalah pantang berhubungan seks (abstinensia) antara 2 sampai 5 hari. Cara pengeluaran sperma bisa dilakukan dengan masturbasi ataupun sanggama terputus. Sperma ditampung dalam wadah yang terbuat dari gelas. Satu hal penting dalam penampungan sperma untuk bahan pemerikasaan, usahakan sperma tertampung lengkap tanpa ada yang tumpah. Dalam waktu sekitar 2 jam, analisis sperma lazimnya bisa selesai diperiksa dan diketahui hasilnya.Tentang pria dengan jumlah testis hanya satu, belum tentu selalu ada masalah dengan kemampuan reproduksinya. Asal, testis yang satu di kantong zakar dalam kondisi prima. Masalah yang dikhawatirkan, justru testis yang tidak di dalam kantong zakar akan berisiko berubah menjadi kanker ganas. Khususnya testis yang berada di dalam rongga perut.Beberapa keadaan gangguan testis yang bisa terjadi, antara lain, testis naik turun (kadang ada kadang tidak) disebut retractile testis, Testis yang tidak di kantong zakar karena salah jalan (ectopic testis), dan Testis yang tidak komplet 2 biji (incomplete descent).Jika gangguan testis sepeti tersebut terjadi pada anak, sebaiknya umur sekitar 4 tahun sudah mendapat penanganan agar testis bisa berfungsi secara optimal sebagai organ penting yang menentukan kelelakian seseorang. (*) Dr dr Hudi Winarso Sp And MKes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s