Mainkan keliaran pasangan

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Senin, 16 Mei 2011
Mainkan keliaran pasangan
SETIAP pria memendam hasrat seks di mana pasangan mampu memberikannya kepuasan. Untuk Anda, siapkan strategi jitu untuk bisa mengendalikan keliarannya.

Luapkan hasrat seks terpendamnya dengan ide-ide sensual dan spontan. Berikut beberapa tip yang siap membuatnya bergairah, seperti dilansir Loving You.

Tinggalkan note nakal untuknya

Dalam catatan itu, katakan posisi bercinta apa yang Anda favoritkan, gambarkan secara detail apa yang Anda nikmati saat hubungan seks terakhir, atau katakan saja ketidaksabaran Anda menanti permainan nanti malam.

Lakukan di ruangan berbeda

Terkadang, sedikit variasi bisa dengan mudah menghadirkan warna berbeda sesi pergumulan. Temukan caranya dengan mengombinasikan beberapa aspek bercinta, misalnya lokasi bercinta. Jangan melulu di ranjang kamar tidur, cobalah berkreasi pula di tangga, bathtub atau shower, ruang tamu, atau dapur.

Pertunjukkan striptease

Tampilkan aura stripper dalam diri Anda di hadapan pasangan. Bisa jadi ini pula impian pasangan untuk menikmati tubuh Anda dengan cara berbeda.

Minta ia jangan dulu menyentuh tubuh Anda selagi beraksi, tapi tentu Anda bebas memainkan setiap bagian tubuhnya. Setelah itu, pergumulan seru siap dihadirkan.(tty)

Sumber : http://www.okezone.com
«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

2 Responses to Mainkan keliaran pasangan

  1. Pilih Metode Khitan Yang BaikOktober 9, 2007 oleh seksfileDok, saya pria 18 tahun dan belum dikhitan. Berat 66 kg, tinggi 169 cm. Saya berniat untuk sunat tapi ada beberapa hal yang membuat saya bingung, Banyak yang mengatakan bahwa anestesi yang dilakukan sebelum sunat disuntikkan di kepala penis, apakah hal itu menyakitkan? Konon sunat dengan metode laser lebih cepat sembuh daripada metode konvensional dan tanpa memerlukan jahitan?Oni, Malang Khitan atau sirkumsisi secara medis banyak memberi manfaat. Khususnya untuk menjaga kebersihan organ penis. Setelah khitan, maka akan menjadi lebih mudah untuk membersihkan ‘kotoran’ yang berada di leher penis. Secara psikologis, sebaiknya sunat dilakukan saat anak sudah berani sehingga trauma psikis lebih minimal. Atau, saat anak masih bayi sekalian. Bisa juga dilakukan diluar ketentuan waktu tersebut di atas, antara lain jika sering infeksi saluran kencing karena penyebab kulit khatan panjang dengan saluran kencing bagian luar yang sempit. Sisa air kencing yang tidak tuntas akan memudahkan kuman berkembang biak dan terjadi infeksi. Khitan yang dilakukan saat usia sudah dewasa, secara teknis tidak ada kendala. Tentang teknik yang akan digunakan, saat ini memang banyak pilihan. Ada cara konvensional yaitu pemotongan kulit khatan dengan pisau bedah, dengan bantuan elektro kauter, atau bisa dengan sarana laser. Dari tiga cara tersebut, tindakan penyuntikan obat kebal (anaestesi lokal) sama-sama dilakukan sebelum proses pemotongan kulit khatan. Suntikan kebal yang utama dilakukan di daerah pangkal penis, suntikan tambahan bisa dilakukan di beberapa tempat di kulit penis, tetapi tidak di kepala penis. Setelah dipastikan efek obat kebal berfungsi secara efektif, baru kemudian pemotongan kulit khatan dilakukan. Pemotongan bisa dilakukan dengan pisau bedah pada cara konvensional, atau bisa dengan elektro kauter, bisa juga dengan sarana laser. Pemotongan dengan elektro kauter atau laser hampir sama, hasilnya setelah dipotong akan sangat minim ada perdarahan. Namun, tindakan untuk menjahit luka bekas irisan tetap dilakukan agar penyembuhan terjadi sempurna. Khitan dengan cara konvensional, walaupun setelah pemotongan kulit akan tampak ada darah yang mengalir tetapi tidak masalah. Tindakan untuk mengikat satu demi satu dari saluran darah yang terpotong merupakan keunggulan tersendiri, sehingga pasca pemotongan lebih aman dari adanya perdarahan susulan. Masalah kecepatan penyembuhan pasca khitan bergantung banyak hal. Antara lain, kondisi kesehatan individu, kondisi sterilisasi saat tindakan, dan teknik penjepitan kulit yang dilakukan menjelang pemotongan. Rata-rata, kulit bekas khitan sembuh sekitar 10 hari sampai 2 minggu. Cara konvensional ini masih dianggap baik dibanding elektro kauter atau laser. Namun, keputusan untuk memilih metodenya bersifat individual. Yang sebaiknya tidak dilupakan adalah aspek seksologis. Perlunya mempertimbangkan agar setelah khitan, bukan hanya kebersihan organ penis lebih terjaga tetapi juga sensitifitas saraf daerah penis tidak terganggu. (*) Dr dr Hudi Winarso SpAnd MKes

  2. « Pilih Metode Khitan Yang BaikTestis Suami Tak Sama Besar »PMS, Keluhan Jelang MenstruasiOktober 9, 2007 oleh seksfileAkibat Fluktuasi Hormon, Sebabkan Mudah Marah hingga Jerawatan Dua hari terakhir, Resa mengeluh seluruh tubuhnya terasa tidak enak. Dia juga gampang marah dan depresi. Terganggu sedikit saja, perempuan 26 tahun itu meledak. Tapi, teman-teman Resa maklum. “Dia lagi PMS, biarin aja. Nanti juga berhenti sendiri,”ujar seorang teman Resa. PMS di sini bukan penyakit menular seksual, melainkan premenstrual syndrome. Istilah itu bisa dibilang lekat dengan perempuan. Menurut dr Hendra S. Ratsmawan SpOG, Spesialis obstetri dan ginekologi RS Haji Surabaya, PMS merupakan sekumpulan gejala yang muncul akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh perempuan menjelang menstruasi. “Penyebab aslinya belum diketahui. Tapi, diduga kuat, kondisi itu akibat perubahan hormon,”katanya. Gejala PMS muncul sekitar dua pekan menjelang haid. Pada orang dengan siklus haid normal, ovulasi (pelepasan sel telur yang sudah matang) terjadi pada 14 hari menjelang haid. Saat itu, hormon estrogen berada di puncak. Bila sel telur yang sudah matang dan dilepaskan tersebut tidak dibuahi, hormon estrogen perlahan-lahan menurun dan hormon progesteron mulai naik. Naik turunnya hormon inilah yang mengakibatkan PMS. “Perubahan hormon ini memengaruhi sistem syaraf pusat otak. Akibatnya emosi jadi naik turun juga. Jangan lupa, naik turunnya estrogen dan progesteron memengaruhi hormon-hormon lain di dalam tubuh,”jelas Hendra. Karena itu, lanjut Hendra, sebagian orang mengeluh gampang jerawatan menjelang menstruasi, sebagian lainnya merasa kram pada perut, atau payudara terasa bengkak dan sakit. Beberapa perempuan juga merasa tubuhnya menggemuk menjelang menstruasi. Penyebabnya, menurut Hendra, saat terjadi perubahan hormon, tubuh mengalami retensi air. Artinya, tubuh lebih mudah menyerap garam (natrium). Padahal, natrium bersifat mengikat air. “Karena itu, lebih baik mengurangi konsumsi garam menjelang menstruasi,”ungkapnya. Tapi, tidak semua perempuan mengalami PMS. Berdasarkan siklus haidnya, perempuan dibagi menjadi dua, yakni ovulatoar dan unovulatoar. Ovulatoar adalah kelompok perempuan yang mengalami siklus menstruasi teratur, sedangkan unovulatoar adalah perempuan yang siklus menstruasinya tidak teratur. “Pada perempuan yang menstruasinya tidak teratur, ovulasinya juga tidak teratur. Jadi, dia cendrung tidak mengalami PMS,”lanjut dokter berusia 32 tahun itu. Biasanya, PMS diderita perempuan yang memang mengalami ketidakseimbangan hormon. Misalnya, atlet dan penderita obesitas. “Atlet biasanya tidak menyimpan banyak lemak tubuh. Padahal, lemak adalah penghasil hormon estrogen. Akibatnya, tubuh mereka kekurangan estrogen. Pada penderita obesitas, sebaliknya, kadar estrogen berlebihan. Ini juga tidak baik,”papar Hendra. Selain keduanya, pemakai narkoba dan pecandu alkohol umumnya mengalami ketidakseimbangan hormon. Gejala-gejala PMS, masih menurut Hendra, akan menghilang dengan sendirinya saat sel telur yang tidak dibuahi luruh dan keluar dari tubuh melalui darah mentruasi. Meski begitu, untuk menghindarinya, Hendra menyarankan agar perempuan yang rentan PMS mengurangi konsumsi alkohol, kafein, atau makanan siap saji. “Perbanyak konsumsi sayur dan olah raga,”sarannya. (any)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s