Payudara Sering Nyeri

Payudara Sering Nyeri

Mei 22, 2007 oleh seksfile

Tanya:

Saya (24 tahun) sudah dua kali menjalani pemeriksaan USG payudara (selang enam bulan). Hasilnya tidak ditemukan benjolan atau kista. Namun, sampai saat ini saya belum merasa yakin dengan hal tersebut, karena saya masih sering merasakan sakit yang berdenyut-denyut pada payudara, terutam sebelah kiri. Biasanya hal ini saya alami menjelang atau sesudah menstruasi. Kadang-kadang sebulan penuh. Apakah ada penyebab lain rasa sakit itu? Apakah pemeriksaan USG itu akurat? Perlukah saya menjalani pemeriksaan ditempat lain?

Iya, Jakarta Jawab:

Tampaknya anda menderita mammary dysplasia, yaitu suatu kelainan yang disebabkan oleh perubahan kelenjar-kelenjar di payudara akibat ketidak seimbangan hormonal. Oleh sebab itu, kelainan ini menimbulkan rasa nyeri, terutama menjelang menstrusai. Ukuran massa atau benjolan dapat berubah. Menjelang menstruasi biasanya terasa lebih besar, penuh dan lebih sakit. Sementara setelah menstruasi rasa sakit menghilang atau berkurang dan benjolanpun mengecil. Dapat juga tidak dijumpai adanya benjolan yang nyata. Hal ini biasanya ditandai oleh jaringan payudara yang tersa padat dan permukaan yang tidak rata.

Benjolan pada payudara yang dikhawatirkan adalah kanker. Kadang-kadang sulit dibedakan dari mammary dysplasia. Untuk membedakannya, memang diperlukan pemeriksaan penunjang. Untuk wanita seusia Anda, pemeriksaan USG payudara sudah tepat dan akurat. Untuk usia lebih dari 30 tahun atau yang sudah mempunyai anak, prosedur yang lebih akurat adalah mamografi, karena pada usia itu payudara mengandung lebih banyak jaringan lemak dan lebih sedikit jaringan fibroglanduler (kelenjar).

Pada kelainan yang dibebut mammary dysplasia memang akan didapatkan pemeriksaan USG payudara yang normal. Biasanya penyakit ini tidak dapat ditangani oleh obat penghilang nyeri. Da baiknya Anda berkonsultasi ke spesialis bedah.

Dr. Junita Indarti, Sp OG

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Wanita

=================================

Efek Obat Hormonal Pada Kista

Mei 22, 2007 oleh seksfile

Tanya:

Setelah melahirkan anak terakhir, saya (38 tahun) memutuskan untuk menjalani tubektomi. Pada tahu 1998 ditemukan kista sebesar 3,5 cm di indung telur sebelah kiri (kista simpleks) Pada bulan Agustus 2001 saya merasakan sakit lagi di bagian bawah perut. Kali ini disebelah kanan dan kiri.Dokter menganjurkan laparoskopi untuk mengambil kista. Karena takut, saya memeriksakan diri ke dokter yang pernah menolong saya melahirkan. Ia hanya memberi saya Premarin (10 haro) dan Provera (30 hari) untuk dua bulan. Setelah mengkonsumsi obat selama 24 hari, tidak timbul vlek. Dua hari berikutnya keluar darah seperti menstruasi. Selama hampir seminggu kondisi tubuh saya tak karuan. Kadang-kadang kedinginan, kadang-kadang kepanasan. Apakah ini efek obat yang diberikan? Perlu saya tambahkan, saya diminta periksa darah (Ca 125) dan hasilnya 26. Apa yang dimasud dengan Ca 125? Adakah vitamin atau food supplement yang bertentangan dengan obat-obatan yang saya konsumsi?

Iya, Jakarta Jawab:

Ada baiknya anda menjelaskan temuan dokter pada bulan Agustus 2001. Adakah kista indung telur atau penyakit lain? Kemungkinan Anda menderita kista endometriosis. Biasanya hal ini menimbulkan keluhan nyeri di perut bawah sesuai dengan letak kista.

Laparoskopi memang dapat mendiagnosis adanya kelainan organ reproduksi, baik berupa kista, perlekatan, maupun bercak endometriosis. Bahkan, kadang-kadang dapat juga diperkirakan jenis kistanya. Bila memang didapatkan kelainan, tindakan akan dilanjutkan dengan laparoskopi operatif atau laparotomi sesuai dengan indikasi.

Penanganan dengan obat0obatan hormanal, antara lain Premarin dan provera, dapat menimbulakn efek seperti yang anda alami, yaitu perdarahan bercak sampai dengan yang cukup banyak, termasuk gangguan menstruasi, selain sakit kepala dan mual. Pemeriksaan CA 125 adalah pemeriksaan penanda tumor (tumour maker) dimana peningkatan kadar Ca 125 di atas normal dianggap sebagai pertanda adanya kista endometriosis. Sedangkan peningkatan yang tinggi sekali melebihi normal menunjukkan adanya kanker ovarium jenis epitel. Hasil Ca 125:26 masih dianggap berada dalam batas normal.

Vitamin atau food suplement tidak bertentangan dengan obat-obatan yang Anda konsumsi. Olahraga pun tidak akan mempengaruhi penyakit Anda. Cobalah periksa sekali lagi kelainan yang terdapat pada organ reproduksi dengan USG untuk mengetahui perkiraan jenis kista dan besarnya. Dengan demikian, dapat ditentukan tindakan selanjutnya

Dr. Junita Indarti, Sp OG

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Wanita

==================================

Sperma Berkepala Ganda

Mei 22, 2007 oleh seksfile

Tanya:

Saya seorang penggemar otomotif dan sering melakukan perjalanan jauh. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa sperma saya berkepala ganda. Wajarkah ini? Apa pengaruhnya terhadap kesuburan?

Warman, Jakarta Jawab:

Adanya sperma berkepala dua atau abnormalitas pada bentuk sperma belum tentu menunjukkan derajat ketidaksuburan seorang pria. Ada faktor-faktor yang juga harus dilihat, antara lain:

1. Jumlah air mani perejakulasi
2. Jumlah mutlak dan konsentrasi sperma perejakulasi
3. Persentase bentik sperma yang normal dan abnormal
4. Persentase sperma yang mempunyai gerakan normal
5. Apakah ada proses penggumpalan atau tidak
6. Apakah ada bakteri atau tidak

Beberapa hal yang diduga dapat mempengaruhi derajat kesuburan pria adalah kebiasaan merokok, pengkonsumsian alkohol dalam jumlah banyak, kekurangan gizi, dan kekurangan beberapa mineral penting, seperti seng (Zn). Faktor fisik yang diketahui mengganggu adalah celana yang terlalu ketat atau tebal, sehingga meningkatkan suhu di sekitar testis. Akibatnya, banyak sperma yang mati atau lemah.

Untuk pemeriksaan sperma, diperlukan beberapa persyaratan, antara lain:

1. Tidak terjadi ejakulasi atau melakukan hubungan seksual selama tiga sampai tima hari
2. Apabila pengambilan sperma dilakukan dengan metode hubungan terputus (coitus interuptus), pasien tidak diperkenankan memakai kondom, karena cairan pada kondom akan membunuh sperma
3. Pengambilan sperma yang paling ideal adalah dengan melakukan masturbasi dan tanpa menggunakan pelumas apapun
4. Air mani harus ditampug dalam penampung kaca, bukan dalam plastik
5. Air mani tersebut harus berada dilaboratorium tidak lebih dari satu jam sejak ejakulasi terjadi
6. Dalam perjalanan sebaiknya air mani diletakkan dalam kantung celana atau digenggam untuk mendapatkan suhu tubuh.

Dr. Aris Wibudi, Sp PD

Ditulis dalam Testis & Sperma | T

========================================

Hubungan Intim, Darah Keluar Saat Kencing

Mei 22, 2007 oleh seksfile

Tanya:Saya wanita 25 tahun dan baru saja menikah. Kali pertama berhubungan intim, saya merasakan sakit pada vagina. Saat kencing, juga keluar darah.Awalnya saya tak risau. Apalagi rasa sakit itu hilang tiga hari kemudian. Masalahnya, darah masih kerap keluar saat kencing. Saya sudah periksa ke dokter dan diberi obat penghilang rasa sakit. Yang ingin saya tanyakan, mengapa darah tetap keluar saat kencing ? Normalkah ini ? Apakah saya kena infeksi ?Eka, Kediri

Jawab:

Kerisauan tentang perdarahan pasca malam pertama sering menghinggapi pasangan pengantin baru. Apalagi jika perdarahan berlanjut hingga beberapa hari. Nyeri dan perdarahan yang dirasakan ibu Eka sangat mungkin disebabkan robekan hymen (selaput dara). Sekecil apapun robekan tersebut adalah lula, yang memungkinkan masuknya kuman. Apalagi miss V (vagina) banyak sekali dihuni kuman sehingga risiko terkena infeksi cukup besar.

Masalahnya, pada setiap individu, ada yang menderita seperti itu dan ada yang tidak. Hal tersebut sangat mungkin dipengaruhi perbedaan daya tahan tubuh masing-masing individu.

Berdasarkan keterangan Ibu Eka, pada perlukaan miss V, khususnys hymen, sangat mungkin terjadi infeksi sehingga mengalami perdarahan dan rasa nyeri dalam beberapa hari. Walaupun tidak normal, hal itu masih dalam batas wajar dan sering dikeluhkan wanita yang baru menjalani malam pertama.

Pengobatannya cukup simpel. Yaitu dengan pemberian antibiotik dan pengilang rasa nyeri. Selama dugaan infeksinya masih aktif, sebaiknya hubungan suami istri dihentikan terlebih dahulu hingga dinyatakan benar-benar sembuh. Semoga dengan pemahaman tersebut, Ibu Eka tidak khawatir dan tidak takut melakukan hubungan suami istri pada hari-hari selanjutnya.

Dr. Budi Santoso SpOG

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Wanita

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s