Penyebab disfungsi seksual perlu anda ketahui

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Minggu, 15 Mei 2011
Penyebab disfungsi seksual perlu anda ketahui
PADA dasarnya disfungsi seksual, baik pada pria maupun wanita dapat disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Faktor fisik ialah semua penyebab yang berupa gangguan fisik atau penyakit yang berpengaruh terhadap fungsi seksual. Sedangkan faktor psikis ialah semua penyebab yang secara kejiwaan dapat mengganggu reaksi seksual terhadap pasangannya sehingga fungsi seksual terganggu.

Menurut pakar seksualitas Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS seperti dalam bukunya Seks yang Membahagiakan, penyebab fisik dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu faktor hormon, saraf, pembuluh darah, dan iatrogenik. Faktor hormon sebagai penyebab disfungsi seksual meliputi semua gangguan hormon yang kemudian berkaitan dengan fungsi seksual. Sebagai contoh, pria atau wanita yang mengalami penurunan hormon testosteron dapat mengalami penurunan dorongan seksual.

Pada faktor saraf, katanya, termasuk gangguan saraf pusat dan saraf tepi yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual. Demikian juga faktor pembuluh darah. Setiap gangguan pada pembuluh darah yang mengganggu aliran darah dapat menimbulkan disfungsi seksual. Faktor iatrogenik meliputi efek samping obat, gaya hidup tidak sehat, dan akibat operasi di daerah kelamin.

Faktor psikis yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual meliputi faktor dalam semua periode kehidupan yaitu periode anak-anak, remaja, dan dewasa. Faktor psikis tersebut dikelompokkan menjadi faktor predisposisi, presipitasi, dan pembinaan, ulasnya.

Wimpie juga menjelaskan faktor predisposisi misalnya pandangan yang negatif tentang seks, trauma seksual, pendidikan seks kurang, hubungan keluarga terganggu, masalah gaya hidup, dan tipe kepribadian. Faktor presipitasi misalnya akibat psikis karena penyakit atau gangguan fisik, proses penuaan, ketidaksetiaan terhadap pasangan, harapan yang berlebihan, depresi dan kecemasan, serta kehilangan pasangan atau disebut widowers syndrome. Widewers syndrome menunjukkan disfungsi seksual yang dialami setelah berpisah dengan pasangannya. Faktor pembinaan misalnya karena pengalaman sebelumnya, hilangnya daya tarik pasangan, komunikasi tidak baik, takut yang berkaitan dengan keintiman, dan informasi seks yang kurang.

Jadi, penyebab disfungsi seksual sangat beragam, walaupun pada akhirnya menimbulkan gejala yang sama. Tidak salah juga bila disfungsi seksual dianggap sebagai gejala dari suatu gangguan atau masalah yang menjadi dasar. Penyebab dasar inilah yang acapkali tidak diketahui atau tidak disadari yang bersangkutan, jelasnya.
(tty)

Sumber : http://www.okezone.com
«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s