Seks Bukan Hanya Untuk Suami

Seks Bukan Hanya Untuk Suami

Mei 12, 2007 oleh seksfile

“Saya seorang wanita, sudah setahun menikah, dan punya masalah disfungsi seksual. Masalahnya, saya tidak merasakan excitement selama ini jika ’kumpul’ sama suami. Sensasi hebat, rasa nikmat yang selama ini saya baca dari buku-buku, sama sekali tidak saya rasakan. Sebenarnya sudah bisa menikah dengan orang yang saya cintai saja saya sudah bahagia. Kalaupun saya tetap ’mati rasa’ seumur hidup, rasanya juga saya tidak apa-apa, pokoknya niat menikah untuk ibadah.

Saya sudah cukup bahagia bisa berdekatan dengan suami. Selama ini, itulah kenikmatan yang saya rasakan.Masalahnya, tanpa punya sensasi yang selama ini saya pikirkan, saya jadi nggak bisa punya drive untuk menyenangkan suami. Saya tidak punya feeling harus merespons bagaimana dan harus berbuat apa untuk mencapai kondisi maksimal atau paling tidak membuat suami saya sangat sangat puas. Kalau ditanya berapa lama lagi saya bisa mencapai puncak, rasanya bagaimana, wah saya tidak bisa ngomong apa-apa.

Saya tidak tahu apa nama penyakit saya ini, dan harus ditangani bagaimana, dan apakah bisa diobati. Kalau dibilang frigid, rasanya terlalu ekstrem juga, soalnya saya bukannya 100 persen mati rasa. Saya masih bisa ’on’ kalau disentuh, dan mengalami mungkin tahap awal dan grafik kenikmatannya menaik. Namun, memuncaknya (yang pasti saya tahu itu bukan orgasme) di saat awal penetrasi.Buat orang lain mungkin awal penetrasi adalah “when the ecstasy starts working”, tetapi buat saya, awal penetrasi justru ’when the joy ends’. Bagaimana mengatasi masalah saya ini?
L.L.,
Cirebon

Mengganggu Perkawinan
Sebelum saya mencoba menjelaskan apa yang mungkin terjadi pada diri Anda, saya tertarik pada pernyataan Anda, “kalaupun saya tetap mati rasa seumur hidup, rasanya juga saya tidak apa-apa, pokoknya niat menikah untuk ibadah”. Tentu saja terserah setiap orang, termasuk Anda, untuk memaknai arti kehidupan seksual di dalam perkawinan. Mungkin Anda beranggapan tidak masalah Anda mati rasa selamanya karena mungkin Anda hanya akan berfungsi melayani suami dan melahirkan. Namun, saya pikir justru anggapan seperti itulah yang semakin memperburuk masalah yang kini Anda alami. Masalahnya, kehidupan seksual di dalam perkawinan adalah kehidupan bersama suami istri. Sebagai dua individu yang bersepakat menjadi satu, pasangan harus membangun kehidupannya agar harmonis dan bahagia, termasuk kehidupan seksual. Kalau kehidupan seksual tidak harmonis, salah satu aspek dalam perkawinan menjadi terganggu. Karena itu, banyak perkawinan yang terganggu keutuhannya akibat kehidupan seksual yang tidak harmonis, disadari atau tidak oleh yang bersangkutan.

Tidak Ada Frigid
Kalau Anda merasa tidak tahu bagaimana harus merespons aksi seksual suami, tentu itu disebabkan Anda sendiri tidak mengalami reaksi seksual. Berdasarkan uraian Anda saya hanya dapat menduga gangguan fungsi seksual apa yang Anda alami. Mungkin Anda mengalami hambatan bangkitan seksual, sehingga perlendiran vagina dan ereksi klitoris tidak berlangsung normal. Sebagai akibatnya, orgasme Anda terhambat. Kemungkinan lain, Anda memang mengalami hambatan orgasme, sedangkan bangkitan seksual normal.Untuk memastikan, tentu diperlukan evaluasi dan pemeriksaan yang benar oleh ahli seksologi. Langkah pertama harus diketahui jenis gangguan fungsi seksual apa yang Anda alami. Setelah itu harus dicari apa penyebabnya, dan barulah dapat ditentukan pengobatannya. Bukan tidak mungkin penyebab gangguan fungsi seksual ada di pihak suami, bukan Anda. Yang pasti, secara ilmu pengetahuan, tidak ada gangguan fungsi seksual yang disebut ’frigid’. Dalam klasifikasi terkini disfungsi seksual wanita, istilah ini tidak dikenal. Andaikata masih ada media atau buku atau penjelasan dari siapa pun yang menggunakan istilah itu, berarti tidak mengikuti perkembangan ilmu seksologi. Jadi saya harap Anda tidak terganggu oleh informasi yang salah tentang disfungsi seksual. Saya sarankan Anda tidak membiarkan masalah ini berlangsung lebih lama karena dapat menimbulkan akibat buruk.

Ditulis dalam TIPS |

======================================

Sakit Saat Berhubungan Intim

Mei 12, 2007 oleh seksfile

Dokter Arju yang baik,

Saya (33) ibu dari dua orang anak, berusia 5 dan 2 tahun. Saya adalah wanita karier, yang memiliki posisi baik di kantor. Setiap hari saya berangkat kerja jam 6, dan baru pulang ke rumah pukul 20.00. Yang menjadi masalah adalah, sudah tiga tahun ini saya tidak bisa berhubungan intim dengan suami. Kalau pun dipaksakan, saya akan merasa kesakitan yang luar biasa. Keluhan ini sudah saya rasakan sejak anak pertama lahir.

Saya pernah memeriksakan diri ke dokter kandungan langganan, dan menurut beliau tidak ada yang salah dengan kondisi alat reproduksi saya. Memang saya belum memeriksakan diri ke psikolog, tetapi rasanya, kok, hubungan saya dengan suami juga baik-baik saja. Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Apa yang saya derita, Dok?
2. Apakah saya menderita vaginismus?
3. Sebetulnya apa itu vaginismus, dan apa penyebabnya?
4. Herannya, meskipun sangat jarang berhubungan intim, kok bisa ya saya hamil anak yang kedua?
5. Apa yang sebaiknya saya lakukan, agar saya bisa lagi melakukan hubungan intim secara normal?
6. Apakah berbahaya jika selalu memakai gel pelumas setiap kali berhubungan intim? Apa efek sampingnya?
Terimakasih atas perhatian dan jawaban dokter.
Kartika – Pangkalan BunIbu Kartika

Masalah ibu saat ini memang sepertinya berhubungan dengan masalah psikis (kejiwaan). Kalau saya telusuri riwayat Ibu dengan 2 (dua) orang anak usia 2 tahun dan 5 tahun, maka sepertinya secara fisik tidak ada masalah dengan vagina Anda, karena vagina Anda pernah dilalui oleh dua orang bayi ( bila memang Anda melahirkan melalui persalinan normal, bukan operasi).

Tapi bila Anda melahirkan melalui operasi, paling tidak riwayat hubungan intim Anda berdua sebelum kehamilan anak kedua baik-baik saja. Anda memang menderita vaginismus. Vaginismus adalah suatu masalah yang timbul biasanya karena adanya kekakuan dari otot bagian dasar panggul yang berada sekitar vagina dan anus. Secara normal otot-otot ini seharusnya bisa relaks, tidak ada tahanan bila tidak ada perintah dari diri kita untuk melakukan kontraksi. Persyarafan otot-otot tersebut tidak akanberkontraksi dibawah sadar kita. Maka kesakitan yang Anda alami adalah suatu reaksi karena adanya kontraksi kuat dari otot-otot tersebut. Akibatnya pintu vagina menyempit, sehingga bila dipaksakan timbul rasa sakit di daerah vagina, dan rasa sakit tersebut makin menguatkan kontraksi otot dasar panggul tersebut kembali.

Penyebab vaginismus yang Anda alami kemungkinan karena faktor psikis / kejiwaan. Mungkin pernah ada riwayat sakit atau trauma karena adanya nyeri persalinan, sehingga di bawah kesadaran, Anda takut untuk hamil, yang sebagai akibatnya Anda takut untuk berhubungan intim. Hal ini berdasarkan keterangan Anda bahwa pada pemeriksaan dokter kandung Anda yang menemukan bahwa alat reproduksi Anda normal. Dari pemeriksaan tersebut, yang biasanya dilakukan pemeriksaan dalam, daerah vagina dan daerah perut bagian bawah, pasti tidak ada keluhan nyeri atau tahanan yang ditemukan oleh dokter kandungan Anda. Maka rasa nyeri di vagina Anda hanya timbul saat Anda berhubungan.

Penyelesaian masalah Anda adalah dengan mencoba mencari masalah utama yang menyebabkan Anda ketakutan. Bicarakan dengan suami. Lakukan hubungan intim secara bertahap, minta tolong pada suami untuk lebih lama melakukan pemanasan saat melakukan hubungan intim. Coba lakukan hubungan intim pada saat tidak lelah, stres, waktu yang sempit, kemungkinan adanya interupsi dari anak-anak ( coba cari waktu yang benar banar kosong ).

Pemakaian pelumas diperbolehkan. selama Anda menggunakan pelumas yang tidak berbau dan mengandung pewarna (ditakutkan reaksi alergi), akan aman untuk Anda dan suami. Mungkin bisa juga Anda dan suami mencoba suasana lain, mencoba untuk pergi berdua, berbulan madu kedua. Hal ini perlu sekali sekali Anda berdua lakukan di tengah kesibukan Anda berdua di kantor.Masalah kehamilan yang terjadi walaupun jarang melakukan hubungan intim, bisa saja terjadi. Begitu Anda melakukan hubungan intim kemungkinan hamil pasti ada, karena sekali Anda melakukannya, berjuta sperma masuk kedalam vagina untuk menyerbu sel telur Anda dan dari sekian banyak sperma cukup satu sperma saja Anda bisa hamil.

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Wanita

=================================

Penis Diperbesar Pakai Suntikan ? Tipu !

Mei 12, 2007 oleh seksfile

Jatuh lagi satu korban iklan pembesaran penis. Istri menjadi jijik setelah penis suami mengalami infeksi, bentuknya tak karuan, dan tidak bisa ereksi pula. Iklan-iklan semacam itu harus ditolak, dan korban perlu melapor ke polisi.Saya dan suami menikah tiga tahun yang lalu. Selama itu tidak ada masalah yang serius. Soal seks pernah saya sampaikan langsung kepada suami mengenai sperma yang cepat keluar, sehingga saya sering tidak puas. Namun, saya menyampaikannya dengan baik-baik. Suami hanya tertawa, tidak marah atau kecewa.

Karena itu, saya amat terkejut dan terpukul waktu mengetahui suami menempuh jalan yang tidak pernah saya bayangkan mengingat suami seorang berpendidikan tinggi. Suami punya pekerjaan bagus dengan jabatan yang baik pula. Tiba-tiba pada suatu malam dia datang dengan keluhan kelaminnya sakit dan merah karena habis disuntik di sebuah hotel. Dia mengaku terpengaruh teman yang mengajaknya ke hotel itu untuk memperbesar ukuran penis. Di situ dia disuntik oleh seseorang yang mengaku dari daerah Timur (maaf saya tidak perlu sampaikan daerah mana). Orang itu mengaku menggunakan bahan minyak tradisional dari tanaman yang tidak ada efek sampingnya.Saya sangat marah karena saya pernah menunjukkan kepada suami tulisan di rubrik ini, juga mengenai pria yang tertipu iklan menambah ukuran penis. Waktu itu suami saya mengatakan bodoh sekali sampai tertipu seperti itu. Sekarang justru suami yang tertipu.

Sampai sekarang sudah empat bulan, saya merasa takut dan tidak bergairah untuk berhubungan seksual dengan suami. Saya tidak bisa melakukan hubungan seksual karena bentuk kelaminnya yang tidak normal, bahkan menjijikkan saya.Setelah mendapat pengobatan dari dokter, rasa sakitnya hilang, tetapi bentuknya tetap tidak normal. Suami pernah mengeluh sekarang tidak bisa ereksi seperti dulu. Yang ingin saya tanyakan, bahan apa yang digunakan oleh orang yang menyuntik penis suami saya itu? Apakah seperti yang pernah diberitakan di rubrik ini dulu, yaitu silikon cair? Apakah akibatnya untuk jangka panjang bagi suami saya? Apakah dia bisa impoten? Mengapa saya jadi tidak bergairah lagi? Mengapa orang yang melakukan perbuatan itu tidak ditindak oleh petugas kita? Apa yang harus saya lakukan?IAR, Denpasar

Tidak Rasional

Sayang sekali kalau suami Anda ikut menjadi korban perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab itu. Pengalaman buruk ini harus menyadarkan masyarakat bahwa masih ada, mungkin banyak orang yang tidak bertanggung jawab dan tak bermoral yang tidak segan mencelakakan orang lain. Untuk keuntungan pribadi, mereka membiarkan orang lain jadi korban.Saya dapat memahami bagaimana perasaan Anda, yakni mulai dari terkejut, terpukul, marah, sampai takut dan tidak bergairah melakukan hubungan seksual. Itu perasaan yang wajar sebagai wanita normal ketika mengetahui penis suaminya mengalami perubahan seperti itu. Sama halnya dengan reaksi negatif istri ketika mengetahui suaminya mengalami penyakit pada kelaminnya. Dalam keadaan tertentu, banyak orang yang menjadi tidak rasional lagi. Jadi kalau suami Anda tertipu oleh pria yang tidak bermoral itu, jangan heran, walaupun dia berpendidikan tinggi dan punya jabatan baik pula. Khusus untuk hal yang berkaitan dengan seks, memang banyak warga masyarakat yang tidak rasional karena pengetahuan tentang seksualitas rendah. Di pihak lain, mitos tentang seks beredar luas yang dimanfaatkan oleh pemasang iklan yang bersifat menipu dan membodohi masyarakat.Sebenarnya kalau saja suami Anda dan banyak warga masyarakat lain mau berpikir sederhana, petaka itu tidak akan dia alami. Maksud saya, berpikir sederhana itu seperti berikut ini. Pertama, siapa dan apa sih latar belakang pendidikan dan keahlian orang yang berani menyuntikkan suatu bahan ke penis agar ukurannya bertambah besar? Kedua, kalau memang dia mampu melakukan itu dengan benar, tentu banyak pria dari seluruh dunia akan datang kepadanya. Lalu, dia akan menjadi kaya raya dan tidak perlu lagi menyewa kamar hotel, kemudian pergi bertualang ke kota lain, dan kamarnya diganti oleh teman satu sindikat.

Tak Bisa Bertambah

Kalau suami Anda dan warga masyarakat lain mempunyai pengetahuan yang sedikit lebih benar lagi, tentu mengerti bahwa penis yang telah berkembang normal tidak perlu dan tak dapat ditambah lagi. Fungsi ereksi dan kemampuan mengontrol ejakulasi merupakan faktor penting dalam hubungan seksual yang baik bagi pihak pria dan pasangannya. Berbeda kalau perkembangan kelamin mengalami hambatan, sehingga belum mencapai tahap akhir perkembangan normalnya. Saya tidak tahu apa yang disuntikkan oleh orang itu. Namun, beberapa bahan yang biasa disalahgunakan ialah silikon cair, kolagen, hialuronidase, dan getah atau cairan dari pohon. Apa pun yang digunakan dan apa pun pengakuan orang itu, jelas itu suatu tindakan yang salah, tidak bertanggung jawab, dan tak bermoral. Apalagi dilakukan oleh orang yang tidak berhak melakukan tindakan pengobatan. Rasa sakit yang sebelumnya dialami oleh suami mungkin karena infeksi akibat suntikan yang tentu tidak steril. Setelah mendapat pengobatan infeksinya hilang, tetapi bahan yang sudah masuk masih ada di dalam kulit atau mungkin masuk ke dalam rongga pembuluh darah penis.

Gangguan Ereksi

Untuk selanjutnya, ada tiga kemungkinan yang dialami suami. Pertama, infeksi kambuh lagi dengan gejalanya seperti sakit dan bengkak. Kedua, kesulitan melakukan hubungan seksual karena terganggu oleh timbunan bahan yang disuntikkan. Ketiga, ereksi penis terganggu atau tidak sama sekali. Namun, yang pasti, bentuk penis menjadi tidak normal atau tidak proporsional.Sesuai pengakuan suami, ternyata dia sudah mengalami gangguan ereksi. Masalahnya, karena Anda tidak bersedia melakukan hubungan seksual, keluhannya itu belum terbukti. Kalau Anda kini merasa tidak bergairah lagi terhadap suami, itu mudah dimengerti. Dorongan seksual dan fungsi seksual lainnya dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor psikis. Beberapa faktor psikis ialah hilangnya daya tarik fisik, perasaan jijik, kejengkelan, kekecewaan. Faktor psikis tersebut tampaknya Anda alami setelah mengetahui suami melakukan itu dan setelah melihat langsung bagaimana perubahan bentuk penis suami. Sampai kapan Anda mengalami hambatan dorongan seksual terhadap suami, tentu tergantung sampai kapan Anda tidak dapat menerima keadaan itu. Kalau Anda tetap tidak dapat menerima perubahan bentuk penis itu, ya tetap saja Anda mengalami hambatan dorongan seksual. Keadaan ini dapat menimbulkan akibat buruk kemudian.

Harus Ditindak

Mengenai tidak adanya tindakan petugas, kebetulan saya pernah berbicara dengan seorang anggota Polri beberapa waktu lalu menyangkut seorang korban penyuntikan seperti suami Anda. Menurut dia, kalau ada laporan, pasti Polri bertindak. Masalahnya, siapa korban yang mau melaporkan tindakan itu? Pada umumnya korban merasa malu kalau harus melaporkan apa yang dialami karena menyangkut sesuatu yang sangat bersifat pribadi, selain akan ketahuan betapa bodohnya sampai tertipu begitu. Namun, saya yakin kalau saja petugas mau merazia pelaku seperti orang itu, penipuan itu akan dapat ditekan. Yang pasti, mereka tidak berhak melakukan tindakan memasukkan suatu bahan ke dalam tubuh, apalagi menggunakan suntikan. Cara lain yang saya anggap efektif ialah media massa tidak bersedia memuat iklan seperti itu. Media massa diharapkan lebih sering memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat menyangkut pengetahuan dan perilaku seksual yang sehat.

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Pria |

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s