SEKS

Seks Saat Hamil

Mei 23, 2007 oleh seksfile

Dokter Boyke yang terhormat,
Saya perempuan berusia 25 tahun, saat ini saya sedang hamil pertama kali, dengan usia kandungan 8 bulan. Dengan perut yang sudah membesar ini, saya bingung mengabulkan permintaan suami untuk berhubungan intim. Karena ia memiliki gairah yang besar, sehingga sering mengajak berhubungan intim. Saya khawatir terjadi sesuatu pada bayi di dalam kandungan, bila menuruti permintaannya. Tapi, bila tidak dikabulkan, saya takut ia marah.

Apa yang harus saya lakukan? Dok, toleransi berhubungan intim pada perempuan hamil seperti saya ini, sebaiknya berapa kali seminggu? Biasanya, kami berhubungan intim, 2 hari sekali, bahkan sebelumnya hampir setiap hari. Pada kehamilan berapa bulan, sebaiknya hubungan intim ini dihentikan. Dok, apa punya saran yang bisa saya terapkan untuk memenuhi keinginan seksual suami yang begitu menggebu? Bila saya melahirkan kelak, berapa lama saya harus berpuasa? Bagaimana kalau suami terus menagih, sementara saya terkena larangan untuk berhubungan intim? Ada cara lain dok? Please……

Prianti Arinanti
Bandung

Jawab:

Hubungan seks di saat hamil diperbolehkan selama kondisi ibu dan janin baik. Pada kehamilan 8 bulan dengan perut yang besar tentunya perlu disiasati agar posisi hubungan membuat Anda tetap nyaman. Posisi yang dianjurkan adalah wanita di atas (posisi female superior) atau suami mendatangi Anda dari belakang (dog position). Posisi wanita di bawah dan suami di atas (missionary position) sebaiknya dihindari karena akan menekan perut Anda, sehingga anda tidak nyaman. Posisi itu juga seringkali membuat nyeri dan ketuban pecah. Keinginan seks suami yang masih menggebu walaupun Anda sedang hamil, patutlah disyukuri. Hal itu menandakan suami semakin cinta pada Anda, karena telah memberinya keturunan (anak) padanya.

Jadi pada prinsipnya tak perlu menghentikan hubungan seks saat Anda hamil, selama Anda masih bisa melayani, layani saja. Gairah seks suami besar tak perlu dirisaukan selama Anda menikmatinya. Jadi tidak perlu cemas. Untuk menghadapi masa nipas di mana suami harus berpuasa 40 hari, Anda bisa mengakalinya dengan “oral seks”, atau menggunakan kedua payudara Anda hingga dia ejakulasi. Yang jelas jangan melakukan penetrasi vagina, cara lain kan boleh.

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Wanita |

===============================

Seks dan Asma

Mei 23, 2007 oleh seksfile

Dokter Boyke yang terhormat,
Saya seorang karyawan swas-ta berusia 37 tahun, sejak beberapa tahun terakhir menderita sakit asma. Penyakit saya itu sering menimbulkan masalah saat istri minta berhubungan badan. Saya sedih, karena penyakit saya sering kumat, justru pada moment paling penting itu.

Menurut dokter, apa yang harus saya lakukan agar bisa menjalankan fungsi sebagai suami kebanggaan istri. Perlu dokter ketahui, sebelum saya terserang asma, aktivitas seksual saya dan istri berjalan sangat normal. Seminggu sedikitnya tiga kali kami berhubungan badan dan istri selalu mendapatkan kepuasan terlebih dahulu. Perubahan drastis saya rasakan sejak mengidap asma. Saya dihantui oleh rasa takut yang berlebihan, hendak mengeloni istri saja sudah bikin ngos-ngosan, tidak mengeloni istri, saya khawatir istri jadi nggak kuat iman, lalu ngelaba mencari pria idaman lain (PIL).

Syamsuri
Pejaten, Pasar Minggu
Jakarta Selatan

Jawab:
Asma sebenarnya tidak mempengaruhi kualitas hubungan seksual. Namun, ketakutan jika penyakit asma-nya itu kambuh-lah yang menyebabkan para penderita asma mulai ogah-ogahan pada hubungan seks. Bila kondisi itu dibiarkan terus bisa menimbulkan disfungsi ereksi (impotensi) pada suami. Oleh karena itu, cobalah untuk bersikap santai sebelum melakukan hubungan seks, nikmati seks sebagai bagian dari rekreasi bersama istri tercinta, sekaligus merupakan ekspresi cinta.

Obat-obat asma boleh di konsumsi sebelum hubungan seks dilakukan, tapi harus diwaspadai beberapa obat asma yang dapat mengganggu kemampuan ereksi. Tidak perlu takut isteri selingkuh karena kurangnya seks. Penyebab terbesar perselingkuhan adalah faktor komunikasi. Seks hanya menempati nomor 3 (tiga) saja, setelah perhatian dan toleransi antara pasangan.

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Pria |

======================================

Kista Indung Telur

Mei 23, 2007 oleh seksfile

Dear, dr Boyke…
Dok, saya wanita usia 27 tahun dan sebentar lagi akan menikah. Saya memiliki masalah psikologis menjelang pernikahan ini karena saya tidak berani berterus terang soal penyakit yang saya derita kepada calon suami.

Masalahnya, saya belum lama ini dideteksi menderita kista pada rahim. Saya bingung untuk mengobatinya, karena dokter menganjurkan saya untuk operasi, sementara saya takut untuk operasi. Adakah cara lain untuk mengobati kista rahim, selain operasi? Lantas apakah ada makanan-makanan yang tidak boleh saya makan? Apakah benar kalau kista tidak diobati bisa membesar dan menjadi kanker? Lantas bagaimana caranya agar mencegah kista rahim saya tidak menjadi parah? Apakah kista rahim yang saya derita bisa mempengaruhi hubungan intim suami istri, soalnya saya takut tidak bisa memuaskan suami. Saya juga khawatir kalau saat berhubungan intim di malam pertama saya akan terasa sakit karena kista itu, bagaimana ya dok? Apakah penderita kista rahim masih bisa memiliki anak dok?

Linda Asadi
Pasar Minggu, Jakarta

Jawab:
Berbahaya tidaknya tergantung besar kista dan jenis kistanya. Bila lebih besar dari 5 cm biasanya dilakukan operasi, tapi bila kurang dari 5 cm, pengobatan dengan hormonal masih dapat membantu. Kecil sekali kemungkinan kista berubah menjadi kanker, namun membesarnya kista akibat tidak diobati bisa saja. Untuk mencegah menjadi parah tentunya harus diobati. Kalaupun harus operasi tidak masalah. Operasi kista termasuk aman, sekaligus dapat memperbaiki kesuburanmu. Lagi pula, adanya kista tidak perlu menjadi penghalang untuk menikah.

Berterus terang tentang penyakitmu pada calon suamimu, ok ok aja, saya yakin dia akan mendukung untuk berobat Hubungan intim suami isteri tidak terpengaruh oleh kista, kecuali kistanya besar sehingga mendorong rahim ke bawah. Penderita kista rahim masih memiliki peluang punya asalkan mau diobati.

Ditulis dalam Seks & Reproduksi Wanita |

This entry was posted in - - - - - - artikel kuliahbidan.wordpress.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s