Waktu Cepat Berlalu

Oleh Muhammad Iman bin Said Darmoutom

Dalam percakapan sehar-hari kita sering mendengar ucapan, “Ah kayaknya baru kemarin bayar kontrakan rumah, eh udah mau bayar lagi, pusing palaku ini bah,” inilah kehidupan, begitu cepat sekali hari berputar, setahun rasanya seperti sehari, perasaan yang sering kita rasakan ini sudah tertuang di dalam Al-Quran, sesungguh manusia hidup di dunia ini hanyalah sebentar tidak lebih dari 1/3 hari menurut hitungan Allah SWT.

Kehidupan yang singkat ini banyak manusia melupakannya, justru mereka berlomba-lomba untuk menggapainya dan melupakan kehidupan yang kekal abadi yaitu kampung akhirat, sangat miris rasanya hati ini jika kita mendengar dan menyaksikan di media-media baik elektronik maupun media cetak, seringkali orang kecil berbuat salah hukum langsung diterapkan, tapi jika pejabat/pemimpin negara atau orang yang kaya yang berduit, hukum bisa ditawar-tawar bahkan sampai mereka bebas sama sekali, sungguh sudah rusak negeri ini, benarlah apa yang Nabi Muhammad SAW katakan akan hancur suatu negeri: bila orang kecil yang bersalah hukum langsung diterapkan, tapi jika pejabat yang bersalah hukum tidak diterapkan, fenomena ini sudah tidak asing lagi kita saksikan dinegeri ini, dari pejabat tertinggi hingga aparat penegak hukumnya mereka sudah diliputi Wahn (Cinta Dunia Takut Mati), sehingga kebohongan sudah menjadi sajian sehari-hari.

Ada pengalaman yang sangat berkesan yang tidak pernah kulupakan, seperti biasanya pagi-pagi sekali aku mengeluarkan sepeda motorku untuk berangkat ketempatku kerja di Salemba Raya Jakarta Pusat, tidak seperti biasanya motorku kuarahkan ke daerah di mana dulu aku pernah tinggal dan dibesarkan, kulaju motorku dengan sangat perlahan, kututup kaca helmku, dengan maksud agar kedatanganku tidak diketahui dan membuatku terlambat ke kantor, kulihat teman-teman masa kecilku dulu sedang duduk-duduk santai dan bersendau gurau dengan sesamanya, semakin memasuki perkampungan tersebut semakin larut aku kemasa laluku, terasa aku kembali kemasa kanak-kanakku, bercanda, bermain dan bersendau gurau dengan kawanku dulu, sungguh indah dunia rasanya waktu itu, tidak ada beban, yang ada hanya keceriaan dan tawa dunianya anak-anak, ingin rasanya jika bisa, kembali kemasa lalu.

Semakin aku larut kemasa lalu semakin asyik rasanya, tanpa kusadari dari sudut-sudut mataku mengalir air mataku, air mata kebahagian dan kesedihan, rasanya baru kemarin masa kanak-kanakku, dulu aku yang masih anak-anak kini sudah mempunyai anak (alhamdulillah aku sudah dikarunia 3 anak). Aku baru menyadari bahwa selama ini aku telah menyia-menyiakan waktuku banyak terbuang begitu saja, di usiaku yang sudah memasuki kepala empat tidak banyak perbuatan baik yang bernilai kulakukan, aku termasuk manusia yang sangat merugi. Terbayang bagaimana lamanya penantian pengadilan Allah di padang masyar, karena semua manusia akan diputarkan film kehidupannya dari akil baliq hingga matinya.

Ya Robb… Maafkan segala alpa dan khilafku selama ini, ampunilah segala dosa dan kesalahanku, tolonglah dan berilah kekuatan dan petunjuk-Mu agar hamba-Mu dapat memanfaatkan setiap detiknya untuk berbuat amal kebajikan yang Engkau ridhoi

Ya Robb…. baguskanlah akhlakku, dan perbaguslah setiap amal kebaikanku dan jadikanlah amat terbaik dalam hidupku merupakan amal penutup segala amal kebaikanku,

Ya Robb… masukkanlah aku kedalam golongan para Siddiqin, para Syuhada dan Sholihin. Aamiin.

This entry was posted in eramuslim.com. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s