Gantung Valentine! Bubarkan Pacaran!

V Day makin angot aja. Remaja muslim banyak yang ikutan. Begitupula kebiasaan pacaran. Bukti kalahnya budaya Islam?

Kalo udah masuk bulan Febuari, nuansa cinta bertebaran. Warna pink jadi dominan. Coklat, asesoris dengan bentuk hati (mohon jangan dibaca dua kali!), dan seabre-abrek kartu cinta laku banget. Belum lagi request lagu cinta macam Dilemma-nya Nelly Tidak perlu kita ceritain kalo itu adalah bagian dari ritual peringatan V Day. Hari cinta sedunia.

Budaya Kufur

Wah, kita mah mo terus terang aja ya Mas, Den, Mba’, Teh, kalo V Day adalah budaya kufur. Sudah terlalu banyak sejarawan – muslim ataupun non-muslim – yang membeberkan kalo peringatan V Day itu berkaitan ama ritual agama di luar Islam.

Malah, tidak sedikit pemuka agama Nasrani yang juga keberatan pada umatnya yang hanyut ama kegiatan V Day ini. Menurut mereka V Day nggak ada hubungannya dengan keimanan kaum Nasrani. menurut Ken Sweiger yang menulis artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Jadi, sama sekali nggak ada hubungan dengan agama Nasrani.

Dengan agama Islam? Wah, bak langit dan kerak bumi. Kagak nyambung abis. Nggak percaya? Cari aja di Al Qur’an, kitab-kitab hadits ataupun kitab-kitab fikih. Nggak ada satupun ulama yang menganjurkan peringatan V Day. Yang ada malah larangan berat. Sebut saja firman Allah Ta’ala:

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Juga hadits Nabi saw. : “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk ke dalamnya.”

Juga sabdanya yang lain:

“Barangsiapa yang beramal dengan amalan yang tidak ada urusannya dalam perkara kami (agama Islam), maka ia tertolak.”

So, kalo ada remaja muslim/muslimah yang kelatahan beli coklat, permen, asesoris bentuk hati atau ngirim gambar via sms atau MMS yang berhubungan dengan V Day, kita kasih aja tiga kata: ISTIGHFAR DEH LO!

Dilestarikan

Kalo mau dikuliti sampai batok kepalanya, kenapa banyak remaja muslim yang latah dengan tren V Day, nggak lain karena masyarakatnya udah kecebur dalam ideologi kufur. Bahkan ada di antara mereka yang rela menceburkan diri ke dalam kolam yang lebih hina dari cubluk ini. Iya dong, kalo ada remaja yang berenang-renang di cubluk ia kagak berdosa. Paling menanggung rasa malu ama baunya yang mana tahan. Tapi kalo tercebur pada kubangan kekufuran, dosa sudah pasti melekat. Walaupun mungkin sang remaja merasa keren-keren aja, atau cool atau trendi, dan masyarakat menyebutnya sebagai remaja modern yang kosmopolitan.

Salah satu budaya yang udah pasti parah, tapi sudah lama dikembangbiakkan padahal lebih bahaya daripada penyakit sapi sableng alias madcow, adalah pacaran. Seratus buat kamu en kamu udah ada di level aman tingkat satu, kalau sudah bisa bilang bahwa V Day itu kaki tangannya pacaran. Mengkiaskannya dengan pernyataan Presiden RI pertama Soekarno, V Day itu ibarat ‘riak di tengah gelombang’. Ia cuma sekedar maksiat selingan di antara maksiat yang rutin: pacaran. Ibarat goyang dangdut, V Day adalah goyang ngecor en goyang patah-patah. Mereka semua ngikutin “uswatun sai’ah” [teladan jelek] yaitu goyang ngebor. Bahkan goyang ngebor cuma “anak kandung” dari ibunya: musik dangdut, yang salah satu satu rukunnya adalah: goyang! Coba kalau musik dangdut nggak pake goyang, pasti disangka sedang membawakan lagu himne. Dari yakin kuteguh…Tarik, Mang!

Jadi, pacaran itu adalah bagian dari budaya ideologi kapitalisme yang menganjurkan kebebasan berperilaku pengikutnya. Nggak aneh kalau berpacaran selalu melekat dengan pergaulan bebas. Sayangnya, banyak remaja juga ortu mereka yang protes kalau pacaran itu diklasifikasikan ke dalam spesies pergaulan bebas. Mereka membela diri kalau pacaran itu adalah penjajagan kepribadian. Penjajagan itu ternyata banyak yang mirip tes organoleptik. Semua dijajagi, bahkan secara fisik. Karena takut kulit pacarnya mirip amplas besi, maka kulit pacarnya dielus-elus [malah kalo perlu diremas!]. Supaya yakin kalau pacarnya punya pinggang mirip punuk onta, maka setiap jalan berdua pinggangnya dipegang. Sebab kurang yakin rambut pacarnya kena sindrom syndrombetombe, maka kalau duduk berdua rambut pacarnya dielus-elus [disangka pacarnya lagi disayang, padahal sih lagi scanning/meriksa ketombe dan kutu]. Nggak percaya pacarnya masih gadis atau jejaka maka pacarnya di…[sensor!].

Sebegitu yakinnya kalo pacaran itu bermanfaat dan menyehatkan, sampai dibuat berbagai tayangan televisi macam Katakan Cinta, yang menayangkan realshow para jomblo dan buaya darat yang sedang mengincar korbannya yang polos. Di situ, aksi para jomblo begitu didramatisir. Malah pelakunya aja diembel-embeli “pejuang”. Alamak, berjuang untuk apa? Jangan-jangan pas tayang bulan puasa tahun depan disebut “mujahid”.

Ada juga tayangan untuk uji kesetiaan cinta macam Playboy Kabel. Di sini para cowok diuji keistiqamahannya; setiakah pada sang pacar ketika digoda cewek yang “macan” [manis-cantik-lemahiman]. Hehehe…ternyata lebih banyak cowok yang bertipe buaya darat ketimbang buaya air apalagi buaya putih.

Para pecandu pacaran juga kian dibuai sineas lokal yang berkreasi dengan tanpa tanggung jawab membuat film-film cinta macam AADC yang menduetkan Nicholas “Rangga” Saputra dengan Dian “Cinta” Sastrowardoyo. Atau yang paling mutakhir adalah Eifel, I’m In Love [untung nggak kepleset jadi Evil, I’m In Love] dengan duetnya Sammy …

Pokoke, pacaran sudah kepalang dinobatkan sebagai kebiasaan hidup yang rutin seperti buang air besar. Kalau udah mules, kenapa ditahan, keluarin aja. Begitulah logika cetek para aktivis pacaran. Remaja yang nggak pacaran, berarti dia sedang sembelit [kalo gitu apa yang pacaran mlulu berarti lagi mencret?], terganggu pencernaannya. Sakit perut tapi nggak bisa ‘diledakkan’ keluar, alias susah ??. Maka masuklah para remaja ke dalam budaya pacaran secara berbondong-bondong.

Lebih celaka lagi adalah tidak sedikit para ustadz yang tega memperosokkan remaja ke dalam budaya pacaran. Dengan dalih untuk ta’aruf, sebagian ustadz menghalalkan pacaran [sebelum nikah]. Walau kalau ditanya apakah dulu Rasulullah saw. dan para sahabat pernah mempraktikkan pacaran – seperti apel, nonton film, dsb – mereka gelagapan. “Yang penting kalian berdua bisa menjaga keimanan,” celoteh mereka enteng. Gimana bisa orang pacaran tapi iman terjaga, lha wong kalo udah duaan yang ketiganya adalah syetan yang terkutuk? Bisa jadi, ketika pacaran si ceweknya disimpen dalam kurungan kawat berduri terbuat dari baja yang dialiri listrik 10 ribu megawatt. Sehingga si cowok nggak bisa mendekat apalagi menyentuh.

Khatimah: Tegakkan Syari’at

Merajalelanya pacaran dan V Day adalah bukti kekalahan budaya Islam. Yup, kini Islam sedang dicabik-cabik, diinjak-injak, bahkan oleh umatnya sendiri. Padahal, kalo budaya Islam dihidupkan dijamin pergaulan remaja bakalan sehat. Mereka yang suka mengusili lawan jenisnya apalagi sampai zina, bisa diganjar hukuman jilid cep? kali. Malah hukuman itu bisa ditambah dengan pengasingan selama 1 tahun.

Solusi untuk itu ada dua: secara pribadi dan secara sistemik. Kalo secara pribadi, para remaja muslim jangan tergiur dengan aneka budaya maksiat berbalut cahaya mengkilat. Ingat; Not every glitter is gold. Nggak semua yang mengkilat adalah emas. Bisa jadi ia emas sepuhan atau malah pecahan kaca yang bisa melukai tangan dan kaki kita. Hingar bingarnya V Day dan pacaran jangan dianggap sebagai kebenaran. Udah jelas banget kok, keharamannya. Korban yang bergelimpangan juga udah kelewat banyak. Mo jadi korban berikutnya? Kagak la yaow! Jagalah kehormatan diri kita dan keluarga kita dengan akhlak mulia.

Secara sistemik pacaran hanya bisa diberantas dengan aturan Islam. Caranya? Tegakkan syari’at di tengah masyarakat, mudahkan pernikahan, dan kasih hukuman bagi pelaku zina dan yang mendekati zina. Juga larang perayaan V Day karena bukan hari raya kaum muslimin. Untuk itu perlu usaha dakwah yang keras dari para remaja agar syari’at Islam bisa tegak dalam kehidupan sekarang. Nah, gimana? Pokoknya gantung Valentine’s Day dan bubarkan pacaran. Siplah! [januar].

—boks

 

Be My Valentine? No Way!

Valentine’s Day udah kadung dirayakan remaja sedunia. Padahal banyak bid’ah dan kekufuran bertebaran di sana. Malah jadi ajang promosi alat kontrasepsi KB, lho!

“Be My Valentine?” itulah kalimat yang dilontarkan kaum cowok [tengil] di hari Valentine pada cewek yang ditaksirnya. Maksudnya jelas, tuh cowok pengen cewek itu jadi pacarnya.

Padahal ucapan ini berbahaya. Menurut Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Nah lho, syerem bo!

Soal Cupid

Pernah liat gambar malaikat kecil bersayap yang nenteng panah? Nah, itu adalah Cupid yang sering dilambangkan sebagai dewa cinta. Masih menurut Ken Sweiger, Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Penuh Tahayul

Perayaan Valentine di berbagai negara juga penuh dengan tahayul. Kagak percaya? Baca aja kendiri tong!

Jepang

Anak-anak cewek di Jepang pada hari V ini membagikan dua macam coklat; GIRI-CHOCO & HONMEI-CHOCO. Coklat pertama diberikan pada ayah, kakak cowok, teman kerja cowok atau teman cowok [bukan pacar]. Coklat ini harganya relatif murah. Nah, coklat yang kedua spesial untuk cowok yang mereka taksir. Untuk ini, barulah mereka beli coklat yang mahal. HONMEI-CHOCO diberikan dengan diiringi ucapan “aku suka kamu” atau “aku cinta kamu”.

Menurut tradisi Jepang, jawaban buat si cewek itu kagak langsung. Mereka punya jadual khusus, yaitu tanggal 14 Maret, atau yang disebut WHITE DAY. Pada tanggal itulah si cowok berbalas pukulan, eh hadiah dengan menjawab pertanyaan si cewek. Bener-bener bid’ah, soalnya ini kebiasaan cuma ada di Jepang.

Cina

Di negerinya Jet Li, hari V dirayain dengan pesta lampion. Perayaan V day ini bertepatan dengan perayaan Festival Lentera Musim Semi (Yuan Xiao). Pada 15 hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek, pesta itu diadakan. Nah, para gadis yang biasa dipingit hari itu diperbolehkan keluar sambil membawa lentera. Para jejaka yang sudah menanti untuk melakukan permainan menebak lampion teka-teki. Yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan sang gadis, dialah yang akan jadi jodohnya. Wah, kenapa nggak sekalian aja ngisi TTS atau main congklak, ya?

Prancis & Inggris

Di negeri Thery Henri dan Michael Owen ini, V Day dirayain dengan kirim-kiriman kado. Di Inggris, para lajang akan ngirim surat cinta yang ditaro di depan pintu orang yang mereka taksir. Lalu makan telur rebus yang diberi garam (suer kita nggak tahu apa manfaatnya), lalu tidur dengan daun di bawah bantal yang katanya bakal bikin mereka memimpikan cowok idaman mereka. Wah, kenapa daun doang yang ditaro? Soalnya kalo ama pohon-pohonnya jelas nggak bisa tidur.

Wales

Lain lagi yang di sini, orang-orang terbiasa memberikan hadiah Valentine berupa sendok kayu yang di ukir. Gambar hati dan kunci adalah ukiran favorit yang biasa di pakai, yang artinya You unlock my heart.

Jerman

Di sini cewek-cewek menanam bawang di dalam pot. Setiap buah bawang di beri nama-nama cowok yang di suka dan diletakkan dekat perapian. Ceritanya bawang pertama yang terbakar di percaya sebagai cowok yang akan jadi pacarnya. (nah lho, gimana kalo semua kebakar bareng-bareng? Repot deh! Atau semua bawangnya tahan api.. jomlo deh!)

Anjuran Seks

V Day, di mancanegara, khususnya Barat, juga biasa dilanjutkan dengan seks bebas alias perzinaan. Huih. Malah seorang pakar kesehatan di Inggris menganjurkan hal itu di hari Valentine. Seperti yang ditulis Kantor Berita Reuter bahwa Direktur Kesehatan British Heart Foundation, Prof. Charles George mengatakan bahwa seks tidak saja membakar 100 kalori tapi juga baik untuk kesehatan. Maka ia berharap agar masyarakat Inggris, tua dan muda, mengisi V Day dengan aktivitas seksual. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah pesan Valentine-nya.

Sementara itu pada perayaan Valentine’s Day 2003 lalu, sebuah perusahaan ritel terkemuka di Los Angeles AS, CondoMania meluncurkan kondom mutakhir yang diberi nama “Pleasure Pack”. Produk itu disebut-sebut berteknologi tinggi, inovatif, dan menarik. Menurut pihak perusahaan kondom jenis baru itu to practice safer sex and yet want to have fun at the same time. Kenapa produk itu diluncurkan pada V Day? Jelas, karena sang produsen tahu banget kalau aktivitas seksual itu meningkat pada hari itu. Nastaghfirullah!

O, begitu ya cara orang-orang merayakan Valentine’s Day. Nggak mo ikutan ach![januar, dari berbagai sumber]

[pernah dimuat di Majalah PERMATA, edisi Februari 2004]

This entry was posted in gaulislam.com. Bookmark the permalink.

3 Responses to Gantung Valentine! Bubarkan Pacaran!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s