Maraknya Pacaran Berujung Zina, Kita Punya Tanggung Jawab Dakwah

“Seandainya saja aku bisa mengembalikan waktu dan kembali berpikir sebelum melakukan tindakan yang mengerikan itu. Aku telah terperosok dalam dosa. Lihatlah apa yang telah aku perbuat. Tidak akan ada lagi orang yang mau menerima diriku.”

 

Keluhan di atas sering muncul berulang kali di dalam benak para pemuda dan remaja yang terlibat dalam kenikmatan semu dari pacaran. Betapa sering mereka yang notabene adalah teman-teman kita diperingatkan bahwa hubungan terlarang itu akan mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, tampaknya mereka lebih mendengarkan bisikan setan yang ‘agung’ dan indah untuk kemudian melakukan hal-hal berdosa. Hanya segelintir remaja atau pemuda saja yang menyadari bahwa berpacaran dan hal-hal terlarang di dalamnya dapat menghancurkan ketenangan pikiran dan bahkan kehidupan mereka.

 

Banyak pemuda dan remaja hidup dalam kegelapan total. Allah SWT menjadikan hubungan pria-wanita yang terlarang adalah haram, demi kebaikan mereka. Bagaimanapun, sayangnya, jiwa kita acapkali lebih dekat dengan hasrat-hasrat dunia serta kenikmatan-kenikmatannya. Sehingga meninggalkan kita dengan visi tidak jelas dan terjebak dalam kesesatan.

 

Pertanyaannya, mengapa banyak remaja dan pemuda membiarkan hal itu terjadi pada diri mereka? Mengapa begitu sulitnya memahami bahwa setan bisa mengendalikan jiwa kita melalui ‘izin’ yang kita berikan kepadanya? Seandainya mereka mau berpikir tentang konsekuensi dari kelakuan-kelakuan yang mendatangkan dosa, maka mereka bisa terselamatkan dari penderitaan dan huru-hara. Jika mereka mau sejenak berpikir, maka sejatinya mereka dapat bergerak menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Jangan pernah lupa bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasi. Ingat bahwa akibat dari maksiat adalah selalu menimbulkan hal-hal destruktif.

 

Angka kehamilan di luar nikah pada masyarakat muslim semakin hari semakin bertambah. Banyak muslim yang menyangkal dan menolak hal tersebut. Mereka menyatakan, tak mungkin hal itu dilakukan seseorang yang berlabel “muslim”. Mereka menutup mata atas fenomena maraknya kehamilan di luar nikah.

 

…Angka kehamilan di luar nikah semakin hari semakin bertambah. Banyak muslim yang menyangkal dan menolak hal tersebut. Mereka menutup mata atas fenomena ini…

 

Inilah yang menjadi inti persoalan; apa yang memicu para pemuda dan remaja muslim terjebak hasrat birahi terlarang yang membuat mereka terlibat pacaran dan hubungan kencan hanya karena ingin disebut “gaul”? Di manakah para orangtua dan anggota komunitas muslim yang seharusnya menawarkan kepada mereka solusi agar hubungan pria-wanita menjadi halal? Atau menunjukkan kepada mereka keindahan gaya hidup Islami? Ya, harus ada solusi atas beragam patologi sosial yang menghinggapi para remaja dan pemuda muslim.

 

Mungkin tak sedikit remaja muslim yang mengatakan, “Lho, seharusnya kan hal-hal memalukan itu bisa dihindari. Tapi kenapa justru malah terjadi?” Pertanyaan tersebut memang penting untuk dijawab, tapi yang lebih penting adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan soba-sobat kita yang tengah terlibat dalam relasi haram tersebut? Apakah dibiarkan saja? Mengisolir mereka dari komunitas masyarakat? Membiarkan mereka bergumul dengan kesedihan dan nestapa?

 

Parahnya, banyak orang yang cuek bebek dan tidak ingin diganggu oleh persoalan tersebut. Lalu ketika para remaja dan pemuda muslim ingin ambil bagian dalam menyadarkan rekan-rekan mereka yang terjerumus dalam kemaksiatan, justru banyak yang melarang. Ada yang menyatakan bahwa tugas memberikan kesadaran baik adalah tugas para ulama, juru dakwah, kyai, dan lain sebagainya, bukan para remaja dan anak-anak kemarin sore.

 

Jelas ini merupakan sebuah tragedi dan kesulitan bagi para remaja muslim yang ingin memberikan bantuan. Mereka harus menyusuri jalan panjang nan sunyi untuk ikut andil memberikan penyadaran, pertaubatan, dan penyuluhan. Padahal, para remaja dan pemuda yang ingin bertaubat dari interaksi lawan jenis terlarang sangat membutuhkan saudara dan saudari muslim mereka. Karena biasanya mereka akan lebih menerima nasihat dan arahan dari orang-orang yang dekat dengan mereka dan mengetahui sisi kejiwaan mereka. Jika mereka merasa bahwa saudara-saudari muslim mereka menjauh, maka mereka merasa dimarjinalkan dan mungkin akan melakukan dosa lebih berat lagi.

 

Memang, ampunan Allah tiada terbatas. Namun harus diingat bahwa kita semua bertanggungjawab untuk mengajak rekan-rekan kita menuju ampunan itu. Jangan biarkan mereka terus terjerembab dalam kemaksiatan dan jangan abaikan mereka. Tak layak rasanya jika kita membenci rekan-rekan kita yang melakukan kemaksiatan, sementara kita mengetahui bahwa salah satu nama Allah adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim?

 

…Sudah menjadi tugas kita untuk mengajak rekan-rekan kita kembali menapaki jalan Allah, mengajarkan mereka tentang makna taubat. Tunjukkan kepada mereka jalan yang benar, yaitu jalan Islam…

 

Sudah menjadi tugas kita untuk mengajak rekan-rekan kita kembali menapaki jalan Allah, mengajarkan mereka tentang makna taubat, dan memberi mereka informasi tentang Islam yang kaffah (paripurna). Tunjukkan kepada mereka jalan yang sebelumnya tidak pernah ditunjukkan atau ditawarkan, yaitu jalan Islam.

 

Sampaikan dengan bahasa yang mudah dan cara yang persuasif. Mereka akan lebih menerima apabila yang menyampaikan adalah orang yang dekat dengan mereka dan mengetahui sisi-sisi psikologis mereka. Semoga Allah melindungi rekan-rekan kita dan para pemuda serta remaja muslim lainnya dari dosa dan bisikan setan. Semoga Allah menjadikan mereka sebagai para pemimpin umat yang akan menunjuki ke jalan lurus. Amin. [ganna pryadha/voa-islam.com]

 

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com

 

 

====================================================

 

 

8 Cara Mengobati Patah Hati

 

Anak-anak remaja sekarang, pasti rentan dengan yang namanya ‘Jatuh Cinta’. Kayanya gak ada deh!! Remaja yang belum merasakan yang namanya jatuh cinta. Apa lagi cewek, cewek tuh cenderung lebih mudah buat ngerasain yang namanya jatuh cinta. Nah, kalo dah jatuh cinta! Lupa sama semuanya, sama kerjaan rumah, sama teman, sama tugas sekolah, bahkan ada juga yang sampai lupa ma Allah (Naudzubillah min dzalik, jangan sampe ya!). Mereka ngerasa dunia cuma milik berdua, cie!!

 

Tapi, kalo ternyata cowok yang ditaksirnya itu dah punya cewe atau dia gak suka sama kita. Ehm…pasti deh!! Kita bakal nangis gak karuan, rasanya hati tuh hancur berkeping-keping. Mau tahu caranya mengobati patah hati? Niy dia 8 cara mengobati patah hati:

 

1.Berhenti memikirkan si dia, don’t be alone!

 

Jangan buang-buang waktu memikirkan seseorang yang saat ini kemungkinan besar sedang berbahagia bersama orang lain, dan sama sekali tidak memikirkanmu

 

Alihkan pikiran dan fokusmu kepada hal lain. Ujian yang di depan mata, misalnya. Sediakan dirimu 100 persen untuk siap men-support keluargamu: papa, mama, kakak, atau adikmu.Habiskan lebih banyak waktu dengan teman-teman. Sebisa mungkin lawan keinginan untuk bersendirian yang akan membuatmu lebih nelangsa.

 

2. Singkirkan semua kenangan

 

Jangan simpan kartu ucapan, hadiah-hadiah (kecuali kalau mahal kali ya, dibuang sayang… di jual aja kali ya? Hehehe), apalagi fotomu berdua si dia. Singkirkan. Terserah untuk sementara waktu atau dibuang hingga hilang dari hidupmu selamanya.

 

Termasuk kaset-kaset yang menyisakan kenangan bersamanya. Semakin sedikit hal yang mengingatkanmu padanya, semakin cepat kemungkinan hatimu pulih.

 

Mudah-mudahan saja tidak ada anggota keluargamu yang wajahnya mirip si dia ya? Kalau ya…repot juga, hehehe.Termasuk kaset-kaset yang menyisakan kenangan bersamanya. Semakin sedikit hal yang mengingatkanmu padanya, semakin cepat kemungkinan hatimu pulih.Mudah-mudahan saja tidak ada anggota keluargamu yang wajahnya mirip si dia ya? Kalau ya…repot juga, hehehe.

 

3.Pikirkan kekurangannya!

 

Jika sekali-kali terlintas kenangan betapa baiknya dia, betapa manisnya, betapa perhatiaannya… stop! Hentikan pemikiran yang membuatmu semakin merasa sedih karena kehilangan dia.

 

Sebaliknya pikirkan kekurangan-kekurangannya. Saat dia memperlakukanmu dengan tidak baik, mungkin bersikap cuek padamu di depan teman-temannya, atau saat kamu sakit dan dia tidak peduli. Atau sikapnya yang kurang santun terhadap keluargamu. Lihat juga bagaimana tidak berperasaannya dia ketika memutuskan hubungan denganmu. Apalagi jika ternyata alasannya adalah karena menemukan cewek lain yang lebih oke. O-ow… C’mon Galz, kamu layak mendapatkan yang lebih baik.

 

Kumpulkan kekurangan-kekurangannya yang lain. Apakah dia tidak berprestasi di sekolah? Apakah dia lebih memedulikan teman-teman genknya dari pada kamu? Apakah dia tidak memiliki tujuan dalam hidup? Cita-cita? Malas? Cepat menyerah? Tidak punya keberanian? Apakah dia pernah meminum alcohol atau bahkan pemakai drugs? Ugh…

 

Garis bawahi satu hal: This is not my loss…it’s his! Bukan kamu yang rugi dengan selesainya hubungan kalian, tetapi dia.

 

4.Bergeraklah…do it something!

 

Bergerak, jangan diam. Lakukan sesuatu, jangan melamun.Dalam keadaan diam dan melamun , kesedihan akan terasa berlipat-lipat. Jadi, buang rasa enggan, dan hupp… bangkit deh dari tempat tidur, dan lakukan sesuatu. Mungkin membenahi kamarmu. Atau beres-beres rumah. Menata ulang ruang tamu atau ruang makan. Mungkin juga merapikan kebun kecil di depan rumahmu (pastikan kebun milik sendiri yang kamu kutak-kutik, jangan kebun orang, hehehe)

 

Balas surat-surat dari teman. Selesaikan kewajiban-kewajiban yang selama ini tertunda. Susun ulang album fotomu. Bongkar koleksi pakaianmu di lemari. Atau barang-barang lama yang nyaris tidak pernah dipakai lagi. Kamu bisa juga hubungi teman-teman dan ajak mereka mengumpulkan barang-barang tidak terpakai. Kenapa nggak membuat bazar sosial dari benda-benda bekas yang terkumpul itu? Dananya bisa kamu sumbangkan kepada anak-anak yatim, atau mereka yang membutuhkan. Yakin deh, berbuat baik bagi orang lain, akan membuat perasaanmu menjadi lebih baik.

 

5.Lakukan hal-hal yang nggak kamu banget!

 

Coba deh melakukan beberapa hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Entah karena nggak terpikir, entah karena kamu malu dan nggak berani. Misalnya saja, kenapa nggak ajak teman baikmu karaokean bareng. Nggak perlu ke klub karaoke, cukup dirumah aja. Sebelumnya bisa minta maaf sama nyokap, bokap, adik, kakak, kalau hari ini mereka harus mendengar suaramu lebih dari biasanya. Putar CD-CD nasyeed pilihan. Atau beli VCD senam yang kamu bisa ikuti gerakannya.

 

Kalau kamu suka masak, kenapa nggak mencoba resep dari koran atau majalah dan bereksperimen di dapur. Melakukan hal-hal yang kamu nggak sukai akan memeras banyak pikiranmu, dan membuatmu sibuk, ketimbang melakukan hal-hal yang kamu sukai. Meski keduanya boleh dicoba. Apa pun yang bisa membuat perasaanmu lebih baik.

 

6.Jika kamu terlalu sedih…..

 

Jika kamu terlalu sedih, kamu boleh menangis, menulis puisi atau diary berlembar-lembar. Tapi berjanjilah satu hal…kasih deadline untuk kesedihanmu. Tiga harikah atau seminggukah. Jangan lebih dari itu. Kalau perlu buat hukuman jika kamu larut dalam kesedihan melebihi kontrak yang sudah kamu buat dengan dirimu sendiri.

 

7.JANGAN!!!

 

Sesedih apa pun itu, jangan melakukan hal-hal yang merusak dirimu sendiri. Rugi banget. Kamu korban dan nggak perlu menjadi lebih parah. Percayalah, menyakiti diri sendiri apalagi jika berusaha bunuh diri tidak akan membuat dia kembali padamu. Sikap ini justru akan membuat sedih orang-orang yang sungguh sayang dan mencintaimu. Ingat, mereka bukanlah pihak yang harus kamu hukum dengan keputusan nekadmu!

 

8.Kembali kepada Dia

 

“Ketika kamu terlalu sedih, ketika kamu tidak sanggup bangkit, ketika kamu merasa tidak punya siapa-siapa… kamu sebenarnya tidak pernah sendirian. Ada Allah. Dia yang siap memelukmu dalam kasih yang sesungguhnya. Dalam cinta yang jauh lebih besar dari yang bisa diberikan seseorang.”

 

Kenapa nggak jadikan momen patah hatimu sebagai bentuk hijrah dan pendekatan kembali kepada Sang Pencipta? Dia yang seumur hidupmu tidak pernah meninggalkanmu sedikit pun. Dia yang kepadaNya kamu sudah banyak melakukan kesalahan.

 

Gunakan salat dan ibadah sebagai momen menenangkan diri. Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Jangan pernah kehilangan kepercayaan kepadaNya. Terima apa yang terjadi dengan ikhlas. Mudah-mudahan Allah memaafkan kesalahanmu, dan memberi ganti sosok yang lebih baik. Pada waktunya nanti. InsyaAllah.

 

Sedikit tips di atas mudah-mudahan membantu ya untuk mengatasi patah hati dan nggak lagi terjebak olehnya.

 

Cheer up, Galz! (Sumber: Galz, Please Don’t Cry, Asma Nadia, dkk.)

 

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com

 

======================================================

 

 

 

 

 

Hati-hati, Bila Hati Terjebak Cinta

 

 

 

CINTA ITU INDAH. Tak ada yang bisa memungkirinya. Karena indahnya, banyak anak manusia yang terjebak ke dalam kubangan lumpur cinta. Banyak kata-kata palsu diobral atas nama cinta. Bila sudah begini, banyak gadis terluka pula karena cinta. Duh…ternyata cinta bisa juga membawa petaka.

 

Jebakan cinta banyak macamnya. Mulai dari wajah manis menawan hingga rayuan maut dari mulut berbisa. Jebakan cinta bisa juga dalam bentuk materi, kasih sayang semu berbungkus nafsu, bahkan sampai tataran perayaan sesuatu. Salah satunya adalah hadirnya momen Valentine yang seringkali digunakan sebagai perayaan cinta, itu katanya. Padahal ujung-ujungnya adalah perayaan gaul bebas ala kaum kafir yang jelas-jelas tak ada tuntunannya dalam Islam.

 

“Will you be my Valentine?” adalah kata-kata mujarab cowok kacangan untuk memperdaya cewek bodoh. Gimana enggak bodoh kalo cuma dengan ajakan kalimat seperti itu, si cewek langsung ‘kelepek-kelepek’ mengiyakan saja. Padahal kalo ia mau sedikit saja jeli dan cerdas, nama Valentine itu kan diambil dari nama Pendeta Kristen yang mati di tiang gantungan karena membela sepasang muda-mudi yang berzina atas nama cinta. Trus, gimana bisa ia langsung meleleh hanya dengan rayuan palsu ‘will you be my Valentine”?

 

Jangan mau deh jadi cewek bodoh tipe ini. Memalukan sekali bagi jenis kaum cewek kalo kamu sampai terpedaya gombalan tak bermutu ini. Jangan mau terjebak oleh rayuan nafsu yang mengatasnamakan cinta. Sehaus-hausnya kamu akan cinta, gak begitu banget-lah kalo sampai desperate obral harga. Ih….enggak banget!

 

 

Waspadai jebakan atas nama cinta. Gak perlu ngiri ketika teman-teman cewek yang lain sudah punya gandengan (truk kali pake gandengan:P) Malah, seharusnya kamu bangga karena ternyata kesendirianmu saat ini menjadi poin plus dari jebakan maksiat bernama pacaran. Jebakan ini makin menggila di detik-detik menjelang Valentine day ketika banyak remaja yang merasa berdosa apabila tidak mendapat pasangan kencan. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya, tumpukan dosa makin menggunung ketika aktivitas pacaran dilakoni serta tasyabbuh alias meniru-niru kebiasaan kaum kafir. Kebiasaan ini berupa perayaan Valentine yang sengaja diimpor masuk ke negeri-negeri muslim untuk meracuni pemudanya.

 

Jadi bagi kamu para cewek yang mengaku cerdas, pikir-pikir lagi deh untuk ikutan merayakan Valentine ini. Kecuali kalo kamu memang terkategori masuk ke dalam kelompok bodoh yang mau saja dibodohi sehingga gampang ikut-ikutan dalam perayaan Valentine day. Jebakan bernama Valentine ini memang menggiurkan dan sering melenakan banyak orang.

 

Atas nama cinta, perayaan Valentine bersembunyi di baliknya. Tapi seiring dengan makin tingginya kesadaran di kalangan pemuda, mudah sekali melihat borok dan bopengnya perayaan Valentine yang mendompleng nama cinta. Bila sudah begini, tak ada alasan bagi kamu untuk masih saja ikut ambil bagian di dalamnya. Sekarang saatnya bergerak untuk penyadaran kolektif ke teman-temanmu lainnya yang masih belum sadar. Kasihan kan mereka bila sampai terjebak cinta palsu bertajuk Valentine? So, ayo kita mulai gerakan penyadaran ini mulai sekarang. Tolak Valentine dengan tegas dan say NO to kemaksiatan. Akur kan? So pasti donk ^_^ [ria fariana/voa-islam.com]

 

Filed under: – – – – artikel voa-islam.com |

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s